google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kadisdikbud: Kota Malang Siap Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Pelajar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang, Jawa Timur, tengah mempersiapkan program ambisius yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menyatakan pelaksanaan program ini diperkirakan akan dimulai pada pekan ini. Tiga sekolah di Kota Malang telah dipilih sebagai pilot project, yaitu SMP Negeri 19, SMP Negeri 2, dan SD Negeri Ciptomulyo 2.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kota Malang pada Senin (13/1/2025), Suwarjana mengungkapkan pihaknya berharap distribusi paket makanan bergizi ini bisa segera dilakukan, menyasar sebanyak 2.400 pelajar dari tiga sekolah tersebut.

“Kami berharap pelaksanaan MBG dapat dimulai di pekan ini. Sementara itu, ada tiga sekolah yang akan menerima distribusi paket makanan MBG. Dua SMP dan satu SD, yaitu SMPN 19, SMPN 2, dan SDN Ciptomulyo 2,” kata Suwarjana.

Jumlah murid yang akan menerima manfaat dari program ini cukup signifikan. Tercatat ada 900 pelajar di SMP Negeri 19, 1.000 pelajar di SMP Negeri 2, dan 500 pelajar di SD Negeri Ciptomulyo 2 yang akan mendapatkan paket makanan bergizi setiap hari.

“Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak sekolah, yang menjadi faktor penting dalam menunjang perkembangan fisik dan mental mereka,” ucapnya.

Namun, Suwarjana juga menambahkan pembagian paket makanan sudah dimulai sejak hari itu, meski untuk sementara waktu, distribusinya baru dilakukan di SD Negeri Lowokwaru 3. Program yang dilakukan di sekolah tersebut diawali dengan bantuan dari salah satu perusahaan penyedia jasa angkutan ojek daring. Berbeda dengan pelaksanaan di tiga sekolah lainnya, yang menggunakan dana dari pemerintah pusat melalui anggaran APBN.

“Untuk SDN Lowokwaru 3, pembagian paket makanan menggunakan CSR murni, sedangkan untuk SMPN 19, SMPN 2, dan SDN Ciptomulyo 2, pendanaannya berasal dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dalam hal ini, Suwarjana mengungkapkan meskipun ada beberapa kekhawatiran mengenai dampak pelaksanaan program MBG terhadap pemasukan pedagang kantin sekolah, ia optimis bahwa hal itu tidak akan terjadi di Kota Malang.

“Kami tidak khawatir program ini akan mempengaruhi pedagang kantin. Kami bagikan makanan ini ketika jam makan siang, jadi anak-anak masih bisa membeli jajanan di kantin saat istirahat pertama atau sebelum dzuhur,” sebutnya.

Suwarjana menuturkan waktu pembagian makanan sudah disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan kantin sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menambahkan paket makanan yang diberikan kepada pelajar di SD Negeri Lowokwaru 3 telah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak. Menurutnya, menu makanan yang disediakan mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta vitamin dan mineral dari buah-buahan. Selain itu, susu juga disertakan dalam paket untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak.

“Kami memastikan bahan makanan yang dipilih sudah sesuai dengan standar gizi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak,” kata Husnul.

Husnul juga menegaskan pihaknya sudah melakukan pemantauan secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan bahan makanan, proses memasak, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan yang sampai ke tangan pelajar.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan harapan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan,” terangnya.

Pelaksanaan program MBG ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas kesehatan dan gizi anak-anak di Kota Malang. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan makanan gratis, tetapi juga untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi.

“Sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memerangi masalah gizi buruk di kalangan anak-anak, MBG diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mendukung generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif,” terang Husnul.

Dengan dimulainya program ini, Suwarjana berharap semakin banyak sekolah yang dapat bergabung untuk menerima manfaat dari MBG di masa depan.

“Kami berharap ke depannya program ini dapat meluas dan lebih banyak sekolah yang terlibat, karena kesehatan dan kesejahteraan anak-anak adalah prioritas utama kami,” tandas Suwarjana. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *