google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kadispangtan Pastikan Stok Air Aman, Ancaman El Nino Tak Goyahkan Pertanian Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kekhawatiran terhadap dampak fenomena El Nino mulai mencuat di sejumlah daerah. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Kota Malang. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Slamet Husnan, memastikan ketersediaan air untuk sektor pertanian masih dalam kondisi aman dan stabil sepanjang tahun.

“Selama satu tahun ini, baik musim hujan maupun kemarau, suplai air untuk pertanian di Kota Malang cukup lancar,” tegas Slamet.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran petani terhadap potensi kekeringan yang kerap mengiringi fenomena El Nino. Stabilitas ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya komoditas utama seperti padi.

Lima Sungai Jadi Penopang Utama

Slamet mengungkapkan, keberlanjutan pasokan air tidak terjadi secara kebetulan. Kota Malang memiliki dukungan sumber daya alam yang kuat, terutama dari lima aliran sungai utama yang menjadi tulang punggung irigasi pertanian. Kelima sungai tersebut yakni Brantas, Metro, Bango, Sukun, dan Amprong. Selain itu, sistem irigasi teknis yang telah diterapkan membuat distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih optimal dan merata.

“Irigasi kita sudah teknis semua, sehingga kebutuhan air, khususnya untuk tanaman padi, bisa terpenuhi dengan baik,” beber Slamet.

Dengan kombinasi sumber air alami dan sistem distribusi yang terkelola, sektor pertanian di Kota Malang dinilai memiliki ketahanan yang cukup kuat menghadapi perubahan iklim.

Dampak El Nino Diprediksi Minim

Lebih lanjut, Slamet menegaskan dampak El Nino terhadap pertanian di Kota Malang diperkirakan tidak signifikan. Hal ini merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau di Jawa Timur tahun ini berada pada kategori sedang.

“Kalau melihat prediksi BMKG, kemarau nanti tidak terlalu ekstrem. Jadi pengaruh El Nino terhadap pertanian relatif kecil,” sebut dia.

Kondisi ini menurut Slamet memberikan ruang optimisme bagi para petani untuk tetap menjalankan aktivitas budidaya tanpa gangguan berarti. Ketersediaan air yang stabil menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan daerah.

Petani Tetap Produktif, Pemkot Siaga

Dengan suplai air yang terjaga, petani di Kota Malang dipastikan tetap dapat menjalankan musim tanam secara normal. Pemerintah Kota Malang juga terus memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca ekstrem.

“Di sisi lain, BMKG mencatat wilayah Malang Raya masih berpotensi mengalami hujan hingga akhir April 2026 sebagai bagian dari masa peralihan musim. Awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada awal Mei,” terang dia.

Situasi ini ditekankan Slamet menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan petani untuk tetap waspada, meski kondisi saat ini masih relatif aman. Slamet menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan sektor pertanian tetap berjalan optimal.

“Yang terpenting, saat ini suplai air aman dan petani bisa tetap berproduksi dengan baik,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *