google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Tembakau dan Cengkih Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Sebuah kebakaran besar melanda gudang penyimpanan tembakau dan cengkih milik Pabrik Rokok (PR) Atlas yang berlokasi di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Jumat malam, (23/5/2025). Api yang membakar hebat menggulung seluruh gudang seluas sekitar 500 meter persegi hingga rata dengan tanah. Insiden ini menyisakan kerugian materi mencapai sekitar Rp 5 miliar dan menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat serta pelaku usaha di sekitar wilayah tersebut.

Kronologi Kebakaran

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya, salah satu penjaga gudang yang sedang berada di rumahnya, Pak Heri, menerima laporan dari warga sekitar mengenai munculnya kobaran api dan kepulan asap dari area gudang penyimpanan cengkih PR Atlas.

“Segera setelah menerima laporan, Pak Heri langsung bergegas menuju lokasi gudang dan mendapati api telah membakar habis seluruh isi gudang,” jelas Sigit saat memberikan keterangan pada Sabtu, (24/5/2025).

Tidak lama setelah itu, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 20.45 WIB. Proses pemadaman berlangsung intensif, dengan upaya keras untuk menaklukkan si jago merah yang telah melahap hampir seluruh struktur gudang dan isinya. Baru pada pukul 23.55 WIB, api berhasil dijinakkan.

“Namun, proses pendinginan dan pembasahan dilakukan sampai keesokan harinya hingga sekitar pukul 09.00 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang bisa memicu kebakaran ulang,” ucap Sigit.

Dampak dan Kerugian

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material yang ditimbulkan sangat besar. Gudang beserta sekitar 100 ton cengkih yang disimpan di dalamnya ludes terbakar. Estimasi kerugian mencapai Rp 5 miliar, angka yang cukup signifikan bagi Pabrik Rokok Atlas maupun perekonomian lokal.

“Gudang tersebut selama ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan bahan baku utama seperti tembakau dan cengkih, yang merupakan komoditas penting dalam industri rokok di Kabupaten Malang. Kehancuran gudang ini berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama bagi suplai bahan baku yang sangat dibutuhkan oleh pabrik,” tutur Sigit.

Penanganan dan Penyidikan

Sigit menegaskan pihaknya bersama tim pemadam kebakaran dan instansi terkait telah melakukan penanganan seoptimal mungkin sejak api mulai muncul. Meskipun api berhasil dipadamkan, proses pemadaman secara menyeluruh dan pendinginan lokasi menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kebakaran susulan.

“Tim kami melakukan pembasahan menyeluruh dan memastikan seluruh bara api benar-benar padam hingga pagi hari,” ujar Sigit.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat. Sigit menyampaikan belum ada keterangan resmi mengenai asal mula api tersebut, namun proses investigasi terus berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Reaksi dan Antisipasi

Kebakaran ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk warga sekitar dan pelaku usaha lain yang bergantung pada kelancaran suplai bahan baku tembakau dan cengkih. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Pihak pengelola Pabrik Rokok Atlas juga diperkirakan akan mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi, baik dari sisi manajemen risiko kebakaran maupun upaya pengadaan kembali bahan baku yang hilang. Dari sisi pemerintah daerah, kejadian ini menjadi perhatian penting bagi Satpol PP dan Dinas terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi bahaya kebakaran di fasilitas industri dan gudang penyimpanan bahan baku,” ungkap Sigit.

Pentingnya Pencegahan Kebakaran

Insiden kebakaran hebat seperti yang terjadi di gudang PR Atlas ini ditegaskan Sigit menjadi pengingat betapa pentingnya langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran di berbagai sektor, terutama yang berkaitan dengan industri yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti tembakau dan cengkih.

“Peningkatan kesiapsiagaan, pelatihan petugas, serta penggunaan teknologi deteksi dini kebakaran harus menjadi prioritas agar kerugian besar akibat kebakaran dapat diminimalisir. Selain itu, edukasi bagi masyarakat sekitar dan pelaku usaha untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda bahaya juga menjadi bagian krusial dari sistem pencegahan,” beber Sigit.

Kebakaran besar yang menghanguskan gudang tembakau dan cengkih milik Pabrik Rokok Atlas di Desa Genengan, Pakisaji, Kabupaten Malang, menjadi peristiwa penting yang harus menjadi perhatian serius semua pihak. Dengan kerugian mencapai Rp 5 miliar dan dampak signifikan pada rantai pasok bahan baku industri rokok, kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat, kesiapsiagaan maksimal, dan investigasi tuntas untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.

“Insiden ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengendalian kebakaran yang lebih efektif dan komprehensif demi melindungi aset berharga dan nyawa manusia di Kabupaten Malang,” tukas Sigit. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *