Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Kepala BPS Catat 935 Ribu Wisatawan Nusantara Kunjungi Malang Bulan Juli

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, IKoneksi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat tren positif dalam pergerakan pariwisata daerah. Jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (Wisnus) dengan tujuan Kota Malang mencapai 935.000 kunjungan sepanjang bulan Juli 2026.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,09 persen jika dibandingkan dengan capaian pada Juni 2026.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengungkapkan bahwa peningkatan pergerakan wisatawan secara bulanan (*month-to-month*) menandakan bahwa aktivitas pariwisata dan daya tarik Kota Malang sebagai destinasi liburan terus bergerak positif.

“Peningkatan kunjungan wisatawan Nusantara ke Kota Malang ini mencerminkan tingginya minat masyarakat luar daerah untuk berkunjung, baik untuk agenda liburan, kuliner, maupun kegiatan MICE (*Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition*),” ujar Umar Sjaifudin saat memaparkan data statistik pertumbuhan pariwisata daerah.

Di samping itu, Kepala BPS Kota Malang juga memaparkan pergerakan sebaliknya. Wisatawan Nusantara yang berasal dari Kota Malang dan melakukan perjalanan ke luar daerah pada periode Juli 2026 tercatat sebanyak 894.000 kunjungan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa net aliran wisatawan (*net flow*) ke Kota Malang berada pada posisi surplus, di mana jumlah wisatawan yang masuk lebih tinggi dibandingkan warga lokal yang bepergian keluar daerah.

Menanggapi geliat kunjungan wisatawan tersebut, kalangan akademisi menilai tingginya angka pergerakan wisatawan Nusantara perlu diimbangi dengan strategi pemerataan dampak ekonomi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), Prof. Dr. Wahyudi, M.M., memaparkan bahwa tantangan utama sektor pariwisata Malang Raya saat ini adalah mengoptimalkan tingkat hunian (*occupancy rate*) perhotelan.

“Meskipun angka kunjungan tinggi, harus diakui wisatawan kerap lebih tertarik menginap di kawasan Kota Batu dibandingkan Kota Malang. Sinergi antarwilayah di Malang Raya sangat diperlukan agar durasi tinggal (*length of stay*) dan dampak ekonomi ekonomi kreatif di Kota Malang bisa dirasakan secara optimal,” terang Wahyudi.

BPS Kota Malang berharap tren pertumbuhan angka kunjungan wisatawan ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun, seiring dengan berbagai agenda pariwisata dan kebudayaan yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *