google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala DLH Kota Malang: Suhat Akan Dihijaukan, Jenis Tanaman Masih Dikaji

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan program penghijauan untuk mempercantik koridor Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Namun, realisasi penanaman pohon masih menunggu rampungnya proyek drainase yang saat ini tengah dikerjakan di kawasan tersebut.

Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan penghijauan menjadi langkah pemulihan lingkungan setelah sejumlah pohon terdampak pekerjaan drainase. DLH terus memantau kondisi pepohonan, khususnya yang mengalami pemotongan akar.

“Beberapa pohon akarnya terpotong akibat proyek drainase. Karena itu perlu pengecekan lanjutan untuk memastikan tingkat keamanannya,” kata Raymond.

DLH Kota Malang telah berkoordinasi dengan tim ahli serta Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk melakukan asesmen langsung di lapangan. Sebagai langkah awal mitigasi, perempesan dahan dilakukan secara bertahap guna mengurangi risiko tumbang.

Raymond menjelaskan, tingkat keamanan pohon ditentukan berdasarkan persentase kerusakan akar. Pohon Palem Raja dengan akar terpotong kurang dari 10 persen masih dinilai aman. Namun jika kerusakan akar mencapai lebih dari 30 persen, tindakan lanjutan tetap dilakukan.

“Kalau setelah perempesan masih dinilai berisiko, maka opsi penebangan harus diambil demi keselamatan,” tegasnya.

Terkait rencana penanaman ulang, DLH masih menunggu rekomendasi teknis dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Rekomendasi tersebut mencakup jenis tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lapangan, terutama di titik-titik dengan ruang tanam terbatas.

“Di beberapa lokasi, jarak antara pagar dan drainase hanya sekitar 30–40 sentimeter. Area seperti ini tidak memungkinkan ditanami pohon besar, sehingga alternatifnya adalah tanaman hias dalam pot besar,” beber Raymond.

DLH juga membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk aspirasi agar jenis tanaman yang ditanam tetap seragam. Namun, penentuan akhir tetap mempertimbangkan karakter masing-masing pohon.

“Mahoni misalnya, masih bisa tumbuh meski dipotong pendek. Sementara Palem Raja tidak dapat hidup jika ditebang total,” katanya.

Untuk mendukung program penghijauan, DLH Kota Malang telah menyiapkan ribuan bibit pohon. Sedikitnya tersedia 1.000 bibit dari Polinema, serta tambahan bibit dari DLH Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Jika diminta melakukan penanaman di Suhat, kami siap. Termasuk jika nantinya diputuskan menanam Tabebuya, berapa pun kebutuhan bibitnya akan kami sediakan,” ujar Raymond.

Bibit tersebut merupakan bagian dari kewajiban penggantian pohon sesuai Perda 2004. Aturan itu menetapkan pohon berdiameter 10–30 sentimeter wajib diganti 50 bibit, diameter 30–50 sentimeter diganti 75 bibit, dan diameter di atas 50 sentimeter diganti hingga 100 bibit atau lebih.

Raymond memastikan seluruh bibit pengganti telah tersedia. Namun, proses penanaman masih menunggu keputusan teknis final dari SDA Provinsi Jawa Timur.

“Penanaman akan dilakukan setelah seluruh penilaian dan arahan teknis ditetapkan, dengan menyesuaikan kondisi lokasi dan ruang tanam,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *