google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Khamim Tohari Ungkap Usulan Musrenbang Desa Jarang Terealisasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menyoroti persoalan serius dalam perencanaan pembangunan desa di Kecamatan Bumiaji. Ia mengungkapkan, sejumlah usulan pembangunan yang diajukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa selama ini tidak pernah terealisasi.

Persoalan itu terungkap saat Khamim bertemu langsung dengan Kepala Desa Bumiaji. Dalam pertemuan tersebut, kepala desa menyampaikan keluhan usulan musrenbang kerap mentok di tingkat atas, sementara anggaran desa tidak mencukupi untuk menutup kebutuhan pembangunan yang mendesak.

“Kepala desa menyampaikan bahwa selama ini usulan musrenbang di desa tidak pernah terealisasi. Sementara anggaran desa jelas tidak mencukupi untuk pembangunan,” kata Khamim kepada iKoneksi.com, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat desa kesulitan memperbaiki infrastruktur dasar, terutama jalan lingkungan yang menjadi akses utama warga. Padahal, sejumlah ruas jalan desa di Bumiaji dinilai sudah rusak dan membutuhkan penanganan segera.

Khamim menyebut, beberapa ruas jalan yang diusulkan perbaikannya berada di titik-titik rawan kecelakaan dan bahkan rawan tindak kriminal. Namun karena keterbatasan anggaran dan tidak terealisasinya usulan musrenbang, perbaikan tak kunjung dilakukan.

“Jalan-jalan di desa itu memang sangat perlu dibenahi dan diperbaiki. Ada yang rawan kecelakaan, bahkan rawan begal,” ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, Khamim mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Ia mengaku telah menyepakati bantuan tenaga pekerja untuk mendukung perbaikan infrastruktur desa di Bumiaji.

“Karena anggaran desa tidak mencukupi, kemarin kita sepakat membantu melalui pekerja yang saya masukkan lewat pokir,” ucap Khamim.

Ia menjelaskan, saat ini sudah ada dua lokasi yang mulai ditangani. Pertama, ruas jalan di Genteng yang menjadi jalur penghubung warga. Kedua, jalan menuju Dusun Ngelul yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan di wilayah Pencil, tepatnya akses jalan menuju area pemakaman. Khamim menilai akses tersebut sangat penting, baik untuk aktivitas warga sehari-hari maupun saat kondisi darurat.

“Sudah kita arahkan di beberapa titik, termasuk jalan ke Dusun Ngelul dan ke arah makam di Pencil,” jelasnya.

Khamim tak menampik persoalan ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan di desa, terlebih untuk infrastruktur yang menyangkut keselamatan warga.

“Memang anggaran di kabupaten ada keterbatasan. Tapi kalau musrenbang desa terus tidak terealisasi, ini harus jadi evaluasi bersama,” tegasnya.

Ia mendorong agar pemerintah daerah lebih serius menindaklanjuti usulan musrenbang desa, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Khamim menilai musrenbang seharusnya menjadi instrumen utama menyerap aspirasi warga, bukan sekadar formalitas tahunan.

“Musrenbang itu jangan hanya jadi agenda rutin, tapi benar-benar diwujudkan. Kalau tidak, desa akan terus tertinggal,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *