google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Komunikasi Membaik, Konflik Joyogrand-Tomoland Masuki Babak Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Setelah berbulan-bulan terjebak dalam kebuntuan, polemik antara warga Perumahan Joyogrand dan pengembang Perumahan Graha Agung, PT Tomoland, akhirnya menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kedua belah pihak sepakat memperbaiki komunikasi sebagai langkah awal menuju penyelesaian menyeluruh, usai audiensi yang dimediasi DPRD Kota Malang, Jumat (11/7/2025).

Ketegangan antara warga dan pihak pengembang bermula dari belum tuntasnya kompensasi pembangunan tahap dua yang berdampak langsung pada kenyamanan lingkungan sekitar. Namun, dalam pertemuan terakhir, suasana berubah lebih terbuka dan konstruktif.

Komitmen Baru, Komunikasi Jadi Kunci

Ketua RW 9 Kelurahan Merjosari, Wahyu Rendra, menyatakan bahwa akar utama masalah selama ini adalah komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. “Sebetulnya masalah kami hanya soal komunikasi. Sekarang sudah ada legal dari Tomoland yang hadir, dari warga juga akan langsung berkoordinasi dengan beliau,” ujarnya.

Menurut Wahyu, kehadiran perwakilan hukum resmi dari Tomoland menjadi titik balik penting. Komunikasi yang bersifat legal dan representatif ini diyakini akan mempercepat lahirnya kesepahaman bersama.

Hal senada disampaikan oleh Legal Consultant PT Tomoland, Abdul Aziz. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini satu pandangan dengan warga dan siap bekerja sama.

“Kita ingin antara Joyogrand dan Tomoland bisa berangkulan tangan, memajukan lingkungan. Kami sudah sepakat, ini akan segera kami selesaikan,” tuturnya dengan optimistis.

Abdul Aziz menyebut pihaknya akan langsung fokus pada penyelesaian pokok persoalan, termasuk penyusunan kesepakatan kompensasi tahap dua yang sebelumnya menjadi sumber konflik. Menurutnya, visi kemajuan bersama antara dua perumahan ini harus menjadi arah utama pembicaraan.

“Kita ingin Joyogrand maju, Komulen (Graha Agung) juga maju. Nah, kalau dua-duanya progresif, akan bertemu dalam harmoni,” tegasnya.

DPRD Terus Kawal Penyelesaian

Dari sisi legislatif, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, memastikan pihaknya tetap mengawal proses penyelesaian ini. Ia menyambut baik perkembangan yang ada meskipun belum menghasilkan keputusan final.

“Sudah ada progres, meskipun belum final. Kita akan agendakan pertemuan lanjutan, kali ini harus melibatkan pemangku wilayah seperti camat dan lurah, serta menghadirkan langsung direksi PT Tomoland,” kata Dito.

Dito menambahkan kehadiran direktur utama pengembang sangat penting untuk mengunci kesepakatan dalam rapat berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa DPRD akan mendorong terciptanya solusi win-win yang memuaskan semua pihak.

“Kami akan kawal titik temu terkait kompensasi dan realisasi teknisnya, agar semuanya benar-benar terwujud dan tidak berlarut-larut,” ujarnya tegas.

Harapan Baru untuk Lingkungan yang Harmonis

Dengan komunikasi yang mulai membaik dan semangat kerja sama yang ditunjukkan kedua pihak, warga Joyogrand kini memiliki harapan baru. Permasalahan yang selama ini menggantung mulai menemukan jalan terang, ditandai dengan keinginan untuk saling memahami dan merumuskan solusi bersama.

“Pertemuan lanjutan yang akan diadakan bersama pihak kelurahan, kecamatan, dan direktur Tomoland diharapkan menjadi forum final untuk mengikat kesepakatan. Jika tercapai, maka kisruh yang sempat menjadi perhatian publik ini dapat ditutup dengan damai,” pungkas Dito. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *