google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kopi Ngantang Tembus Ekspor, Tradisi Jadi Kunci Rasa

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com — Di balik sejuknya udara lereng Ngantang, tersimpan aroma kopi robusta yang kini mulai menembus batas-batas dunia. Tak lagi hanya dinikmati oleh warga lokal, kopi hasil panen petani Dusun Nganjir kini rutin dikirim ke pasar ekspor, terutama Eropa, berkat kekhasan rasa dan kesetiaan petani menjaga proses tradisional.

Kopi robusta Ngantang bukan sekadar hasil tani, tapi representasi dari kerja keras, ketekunan, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Supriadi, petani kopi asal Dusun Nganjir, menyebutkan permintaan biji kopi dari pengepul ekspor terus datang secara berkala.

“Rasanya khas, pekat, dan punya aroma yang kuat. Katanya cocok untuk pasar Eropa. Kami jaga kualitasnya dengan cara tradisional,” katanya dengan bangga.

Rahasia Kualitas: Petik Manual dan Penjemuran Tradisional

Kualitas kopi Ngantang terjaga bukan karena mesin modern, melainkan karena cara tradisional yang tetap dilestarikan. Mulai dari proses panen hingga penjemuran, para petani memastikan hanya biji terbaik yang dikirim ke pasar.

Cucik, salah satu petani perempuan di Ngantang, menjelaskan mereka memetik kopi satu per satu dari pohon, hanya yang benar-benar matang.

“Kami tidak pakai mesin. Semua dijemur manual di halaman rumah. Itulah yang bikin rasa kopi tetap otentik,” tuturnya.

Teknik ini terbukti menjaga cita rasa kopi agar tetap stabil dan khas, meski bersaing di pasar global. Dalam hal ini, dijelaskan Cucik tradisi menjadi kekuatan, bukan keterbatasan.

Dari Lereng ke Dunia: Kopi Jadi Jati Diri

Kopi kini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga identitas masyarakat Ngantang. Banyak warga mulai mengemas sendiri kopi bubuk produksi lokal untuk dipasarkan ke luar daerah hingga lewat media sosial.

“Semangat kewirausahaan warga pun terus tumbuh. Mereka tak hanya menjual bahan mentah, tapi juga mencoba merambah ke produk turunan seperti kopi bubuk kemasan dan minuman kopi siap seduh. Hal ini sekaligus mendorong perekonomian keluarga kecil di desa,” ungkap Cucik.

Namun demikian, ada harapan besar yang disuarakan para petani. Supriadi berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah agar mampu meningkatkan nilai tambah.

“Kalau ada bantuan alat roasting dan pelatihan ekspor, kami bisa tambah semangat dan bersaing lebih luas lagi,” tandas Supriadi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *