google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kota Batu Incar Panggung Dunia Lewat Festival Film Internasional

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Langkah berani diambil Pemerintah Kota Batu. Tak hanya mengandalkan pesona wisata alamnya, kini kota yang dijuluki Little Swiss of Java itu membidik panggung internasional lewat sektor yang tengah bersinar: film. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menegaskan, industri film bukan sekadar hiburan, melainkan motor penggerak baru bagi ekonomi kreatif (ekraf) lokal.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparta Kota Batu, Suhartini Ningsih, menyebut pertumbuhan ekosistem film di kota ini kian pesat. Dari 17 sub sektor ekonomi kreatif yang diakui, film menjadi yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya tidak hanya film yang kami dukung, tetapi dari semua sektor, film ini yang pertumbuhannya paling signifikan di Kota Batu,” kata Hartini, Minggu (10/8/2025).

Bukan Sekadar Wacana

Bukan omong kosong belaka, Pemkot Batu sudah menyiapkan rangkaian event berskala besar, bahkan melibatkan kolaborasi lintas negara. Tujuannya jelas: memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus mengangkat nama daerah ini di kancah global.

Sebelum fokus pada film, sektor kuliner, kriya, dan musik lebih dulu menjadi andalan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Sementara itu, sektor desain, game, dan animasi juga menunjukkan tren positif, bahkan sebagian produknya telah menembus pasar nasional. Meski demikian, pemerintah memastikan semua sektor tetap mendapatkan dukungan.

“Alhamdulillah, hampir seluruh dari 17 sub sektor ekraf di Kota Batu berjalan cukup baik,” tegas Hartini.

Strategi Menembus Pasar Global

Salah satu strategi yang telah dilakukan adalah menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Festival (ICCF), ajang prestisius yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dari seluruh penjuru tanah air. Melalui forum ini, pelaku industri kreatif Kota Batu mendapatkan akses jejaring, promosi, dan peluang kolaborasi yang lebih luas.

Untuk sektor film, Disparta pernah menjalankan program Rekreasinema pemutaran karya sineas lokal di destinasi wisata ikonik Kota Batu. Enam lokasi strategis ditetapkan menjadi layar alami bagi penonton, menghadirkan sensasi menonton yang berbeda.

Sayangnya, tahun ini program tersebut belum kembali digelar.

“Efisiensi anggaran memang berdampak, tapi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Kami tetap berkomitmen menjalankan berbagai upaya demi kemajuan ekonomi kreatif,” jelas Hartini menegaskan.

Film Sebagai Identitas Kota

Pemilihan film sebagai sektor prioritas bukan tanpa alasan. Kota Batu memiliki lanskap alam dan budaya yang unik, menjadikannya latar sempurna untuk berbagai genre film. Dengan mendukung sineas lokal, pemerintah berharap potensi ini dapat terangkat, sekaligus memperkenalkan Kota Batu sebagai “studio alam” bagi produksi nasional maupun internasional.

“Industri film dinilai mampu menciptakan efek domino: mulai dari membuka lapangan kerja bagi kru dan aktor lokal, meningkatkan kunjungan wisata, hingga menghidupkan sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan souvenir,” ungkap Hartini.

Mimpi yang Dirancang Matang

Visi besar Pemkot Batu adalah menjadikan kota ini sebagai pusat festival film berskala internasional. Dengan kolaborasi lintas negara, pemerintah optimistis bahwa karya sineas lokal bisa bersanding dengan film-film dunia dalam satu panggung.

Lebih dari sekadar tontonan, festival ini diharapkan menjadi ruang diskusi, pameran teknologi, dan ajang promosi wisata yang saling menguatkan. Jika rencana ini terwujud, bukan mustahil Kota Batu akan masuk radar komunitas perfilman global seperti Busan di Korea Selatan atau Locarno di Swiss.

Hartini menutup dengan keyakinan, Kreativitas adalah modal terbesar. Selama kita mau bergerak, peluang itu akan selalu ada.

“Dengan strategi yang terukur dan tekad yang bulat, langkah Kota Batu menjadikan film sebagai ujung tombak ekonomi kreatif bukan sekadar mimpi, melainkan rencana nyata yang tengah dijalankan. Tinggal menunggu waktu sebelum nama Kota Batu bergema di layar-layar bioskop dunia,” pungkas Hartini. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *