google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

KPK Panggil Lisa Mariana, Kasus Korupsi BJB Kian Menguat

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengencangkan langkahnya dalam membongkar kasus korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Kali ini, lembaga antirasuah itu memanggil Lisa Mariana untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat pekan ini.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemanggilan tersebut bukan tanpa alasan. Keterangan Lisa dianggap krusial untuk membuka alur kasus yang melibatkan dana non-bujeter di BJB.

“Tentu pemanggilan yang bersangkutan nanti di hari Jumat sangat dibutuhkan, dan informasi-informasi yang disampaikan akan sangat membantu penyidik untuk mengungkap perkara ini,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).

Mengapa Lisa Dipanggil?

Pemanggilan Lisa Mariana bukan sekadar formalitas. Menurut KPK, Lisa diyakini memiliki informasi penting mengenai aliran dana non-bujeter di BJB. Dana tersebut diduga digunakan untuk berbagai kepentingan di luar aturan yang semestinya, dan penyidik tengah menelusuri kemana saja uang itu mengalir.

“KPK juga terus mendalami terkait dugaan aliran dana non-bujeter ini, untuk apa saja, kepada siapa saja. Artinya apa? Artinya KPK sedang melakukan follow the money,” jelas Budi.

Dengan metode pelacakan aliran uang tersebut, KPK berharap bisa menyingkap jaringan penerima dana, sekaligus mengetahui siapa saja pihak yang terlibat dalam pengelolaannya.

Fokus pada Peran Saksi

Dalam kasus ini, Lisa Mariana diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. KPK ingin menggali sejauh mana pengetahuannya terkait praktik penyalahgunaan dana di tubuh BJB.

“Tentu dalam konteks sebagai saksi, akan didalami terkait dengan apa yang dia ketahui mengenai perkara ini,” tegas Budi.

Meski demikian, Budi memastikan langkah KPK tidak didasarkan pada opini publik atau desakan politik. Semua tindakan, termasuk pemanggilan Lisa, berangkat dari alat bukti yang sahih.

“Apa yang dilakukan KPK semuanya adalah berangkat dari alat bukti, jadi perspektifnya adalah perspektif hukum,” ujarnya.

Kasus BJB yang Mengguncang

Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di BJB bukan perkara kecil. Isu ini menyeret perhatian publik sejak terungkap adanya aliran dana non-bujeter yang tidak jelas penggunaannya. KPK menduga dana tersebut dipakai untuk kepentingan di luar keuangan resmi bank, termasuk kemungkinan mengalir ke pihak-pihak tertentu untuk memperlancar kebijakan maupun proyek.

Selain Lisa Mariana, sejumlah nama lain disebut-sebut akan dipanggil guna memperkuat konstruksi hukum kasus ini. Sejauh ini, penyidik KPK sudah memeriksa sejumlah pihak dari internal BJB maupun pihak swasta yang terlibat dalam pengadaan iklan tersebut.

Menguatnya Tekanan Publik

Kasus ini semakin menjadi sorotan karena bersamaan dengan ramainya pemberitaan mengenai hasil tes DNA yang menyeret nama Lisa Mariana bersama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Meski kedua kasus berbeda konteks, keterkaitan nama Lisa membuat publik semakin penasaran terhadap peran sebenarnya dalam pusaran kasus BJB.

Budi menegaskan bahwa fokus mereka tetap pada aspek hukum. Perkara BJB, kata Budi, harus dilihat dalam kerangka penyelidikan tindak pidana korupsi, bukan isu pribadi. Namun, tidak bisa dipungkiri, pemanggilan Lisa Mariana akan menambah atensi publik terhadap jalannya kasus ini.

Jalan Panjang Pengungkapan

Pemanggilan Lisa pada Jumat mendatang diyakini akan menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus BJB. Keterangan yang ia berikan bisa menjadi pintu masuk untuk menyingkap pihak-pihak lain yang selama ini bersembunyi di balik skandal keuangan tersebut.

KPK pun dipastikan tidak akan berhenti hanya pada satu atau dua nama.

“Dengan pendekatan follow the money, kami menekankan komitmennya untuk membongkar siapa saja penerima dana dan bagaimana dana non-bujeter itu diputar,” tukasnya. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *