google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kritik Tajam DPRD Kota Batu: Wajah Kota Harus Dipercantik

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, mengeluarkan pernyataan tegas yang menggarisbawahi perlunya pembenahan menyeluruh di sejumlah sektor strategis Kota Batu. Dalam wawancaranya bersama iKoneksi.com pada Rabu (14/5), Punjul menekankan pentingnya mempercantik wajah Kota Batu agar mampu memberi kesan berbeda bagi wisatawan yang datang.

“Kami menilai masih banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan oleh dinas terkait untuk mempercantik wajah Kota Batu. Di antaranya penataan kawasan pintu masuk kota, pelestarian lingkungan, hingga menjaga keindahan alam,” tegas Punjul.

Baginya, Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur tak boleh tampil biasa-biasa saja.

“Diperlukan sentuhan yang membuat wisatawan langsung merasakan atmosfer yang berbeda sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota ini,” kata Punjul.

Penataan Parkir Jadi Sektor Prioritas

Salah satu poin sorotan utama DPRD adalah penataan parkir. Punjul menyebut, membeludaknya kunjungan wisatawan ke Kota Batu berdampak besar terhadap kepadatan lalu lintas. Sayangnya, hampir di seluruh ruas jalan utama Kota Batu, lahan parkir yang tertata nyaris tidak ditemukan.

“Pemkot Batu harus memformulasikan penataan parkir tepi jalan yang kini semrawut. Apalagi di Alun-Alun Batu dan jalan-jalan protokol. Kalau tidak diatur dengan baik, wisatawan bisa merasa tak nyaman,” tekan Punjul.

Ia juga mengingatkan pentingnya keadilan dalam pemberlakuan tarif parkir. Juru parkir, menurutnya, harus memberikan karcis resmi sesuai tarif yang diatur dalam Perda.

“Hal ini untuk menekan potensi pungutan liar dan memberi rasa aman kepada wisatawan,” lugas Punjul.

Kritik Kinerja SKPD dan Evaluasi Program Kota

Punjul tak hanya menyasar persoalan tata kota. Ia juga menyoroti program-program pemerintah yang tidak terlaksana maksimal. Menurutnya, program yang gagal dieksekusi harus menjadi catatan penting dalam evaluasi kinerja pemerintah.

“Pemerintah harus berani menerapkan sistem reward dan punishment kepada setiap SKPD. Yang berprestasi harus diapresiasi, sementara yang tak mencapai target perlu dikenai sanksi,” ucapnya.

Hal ini, lanjut Punjul, penting untuk menjaga integritas dan kualitas pelayanan publik, agar tidak ada program yang sekadar formalitas atau menggugurkan kewajiban belaka.

Pertanian Masih Terpinggirkan, Harus Ada Solusi

Salah satu perhatian serius DPRD adalah sektor pertanian. Punjul menyampaikan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kota Batu masih sangat rendah. Ini menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok dibanding sektor pariwisata maupun jasa.

“Kami melihat ada ketimpangan distribusi pendapatan. Sektor pertanian belum mendapat perhatian serius. Padahal, sebagian besar masyarakat Batu masih bergantung pada hasil tani,” ujarnya.

Ia menuntut Pemkot Batu segera menyusun langkah strategis yang konkret untuk membenahi sektor pertanian, termasuk perbaikan infrastruktur, akses pasar, serta program pemberdayaan petani agar bisa bersaing di tengah dominasi industri wisata.

Apresiasi Program Positif, tapi Harus Lebih Inovatif

Meski menyampaikan banyak kritik, DPRD tetap mengapresiasi sejumlah program yang telah dijalankan Pemkot Batu. Namun mereka meminta agar program-program tersebut terus dievaluasi dan dirancang secara lebih inovatif dan solutif.

“Program dari Pemkot Batu harus benar-benar memberdayakan masyarakat. Jangan hanya berhenti di seremonial,” ungkap Punjul.

Indeks kepuasan pelayanan publik juga menjadi indikator penting bagi DPRD. Punjul berharap indeks ini bisa terus meningkat sebagai cerminan dari perbaikan pelayanan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi dan Transparansi Jadi Kunci Pengawasan

Menutup pernyataannya, Punjul menegaskan DPRD Kota Batu akan terus menjalankan fungsi pengawasannya dengan optimal. Namun, keberhasilan kontrol ini tak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama erat dengan mitra kerja, khususnya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang wajib menyampaikan laporan kegiatan secara transparan.

“Semua data dan progres program harus disampaikan kepada DPRD agar kita bisa memahami permasalahan secara utuh. Dari situlah solusi konkret bisa dirumuskan bersama. Dengan berbagai masukan ini, kami berharap Kota Batu tidak hanya menjadi kota wisata yang indah di permukaan, tetapi juga kota yang kuat dalam fondasi tata kelola, pertanian, dan pelayanan publiknya,” tandas Punjul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *