google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

KSP Apresiasi Produk Lokal Unggulan Kota Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Batu kembali mencuri perhatian pemerintah pusat. Kali ini, Kantor Staf Presiden (KSP) melalui kunjungan kerja tim ahlinya memberikan apresiasi tinggi terhadap produk-produk lokal unggulan yang dipasarkan di Pusat Oleh-oleh Wisata Edukasi Susu Batu (WESB). Produk yang ditampilkan tak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.

Kunjungan KSP: Misi Memperkuat UMKM Daerah

Kunjungan Tim Ahli KSP ke Kota Batu merupakan bagian dari pemantauan langsung program prioritas nasional di sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM. Di tengah geliat pemerintah mendorong kebangkitan ekonomi pasca-pandemi, daerah seperti Batu menjadi titik fokus karena kekuatannya dalam mengintegrasikan potensi alam, kearifan lokal, dan inovasi produk.

Dipimpin oleh Tenaga Ahli Utama KSP, Purwanto Joko Irianto, S.H., M.H, tim disambut langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, yang mengajak tim menelusuri dan mengenal lebih dekat perjalanan produk khas Kota Batu, mulai dari bahan baku hingga proses produksi dan pemasaran.

Produk Unggulan: Susu Segar Nandhi Murni dan Olahannya

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Batu, Nurochman menjelaskan secara detail bagaimana produk susu sapi perah menjadi produk legendaris Kota Batu. Salah satu yang menjadi ikon adalah Susu Segar Nandhi Murni, sebuah hasil produksi dari peternakan lokal yang kemudian diolah menjadi aneka produk seperti coklat, permen susu, yoghurt, hingga sabun dan kosmetik berbahan susu.

“Ini adalah kebanggaan warga Batu. Susu Nandhi Murni bukan hanya soal rasa dan kualitas, tapi juga sejarah panjang masyarakat Batu yang hidup berdampingan dengan alam dan hewan ternaknya,” kata Nurochman antusias.

Ia juga menegaskan Pemkot Batu terus mendorong inovasi dalam pengolahan dan pemasaran, agar produk-produk tersebut tidak hanya berhenti menjadi oleh-oleh wisata, tetapi juga bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Apresiasi KSP: Kota Batu Bisa Jadi Role Model

Sikap optimistis Nurochman mendapat tanggapan positif dari Tim Ahli KSP. Dalam pernyataannya, Purwanto Joko Irianto menyebutkan bahwa Kota Batu memiliki model pengembangan potensi lokal yang ideal dan patut ditiru oleh daerah lain.

“Kami melihat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat sudah sangat kuat. Ini menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sehat. Sangat jarang kita temui daerah yang mampu membangun kolaborasi sekomprehensif ini,” tutur Purwanto.

KSP, menurutnya, akan mendorong kebijakan yang memperkuat akses pasar dan pendanaan bagi UMKM, terutama produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan berbasis komunitas seperti yang ada di Batu.

Peninjauan Lapangan: Dari Etalase ke Dapur Produksi

Tak hanya berhenti di area penjualan, Tim KSP juga melakukan peninjauan langsung ke area produksi yang berada di belakang pusat oleh-oleh WESB. Di sana, mereka menyaksikan proses pengolahan susu secara higienis dan modern, mulai dari pemerahan, pasteurisasi, hingga pengemasan. Proses tersebut menunjukkan komitmen pelaku usaha di Kota Batu terhadap standar kualitas dan keamanan produk, dua hal yang seringkali menjadi tantangan besar bagi UMKM di daerah lain.

“Kita ingin produk lokal tidak hanya enak dan menarik, tapi juga aman dan layak masuk pasar nasional maupun internasional,” kata Purwanto menegaskan.

Rencana Besar: Ekspansi ke Pasar Nasional

Tak ingin berhenti di level lokal, Pemkot Batu telah menyusun strategi untuk memperluas jaringan pemasaran produk-produk unggulan ke berbagai kota besar di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng platform digital dan e-commerce agar produk Batu mudah dijangkau masyarakat luas. Nurochman menargetkan dalam waktu dekat, produk asli Batu dapat ditemukan di gerai-gerai oleh-oleh dan pusat perbelanjaan utama di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Medan dan Makassar.

“Kami sudah menjajaki kerja sama dengan beberapa mitra strategis. Target kami, masyarakat Indonesia bisa mengenal dan menikmati cita rasa asli Batu tanpa harus datang ke sini,” ucap Nurochman optimistis.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat: Kunci Sukses Batu

Nurochman mengungkapkan eberhasilan Batu dalam mengembangkan ekonomi kreatif tak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pemerintah menyediakan regulasi dan fasilitas, pelaku UMKM berinovasi dalam produk dan pelayanan, sementara masyarakat mendukung dengan semangat gotong-royong dan loyalitas terhadap produk lokal.

“Model ini menjadi penting karena membuktikan bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus diawali dari atas, tapi bisa tumbuh dari bawah, dari desa-desa dan kampung-kampung, asal diberi ruang dan didampingi dengan baik,” jelas Cak Nur sapaan akrabnya.

Tantangan ke Depan: Menjaga Kualitas dan Konsistensi

Meski mendapat apresiasi, Purwanto mengungkapkan tantangan besar tetap ada di depan mata. Salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produksi di tengah permintaan pasar yang terus berkembang.

“Pemerintah daerah dituntut untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam manajemen bisnis, branding, dan pemanfaatan teknologi digital,” tegas Purwanto.

“Kami sadar, tidak cukup hanya bangga pada produk lokal. Kami juga harus memastikan produk itu siap bersaing dan bertahan dalam jangka panjang,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batu, Aries Setiawan yang turut mendampingi kunjungan.

Batu Menuju Etalase Ekonomi Kreatif Nasional

Menurut Purwanto, kunjungan Tim KSP ke Kota Batu tidak hanya membawa semangat, tetapi juga membawa harapan bahwa ekonomi kerakyatan bisa tumbuh pesat jika dikelola dengan komitmen, kolaborasi, dan inovasi.

“Dengan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh, Kota Batu semakin menegaskan diri sebagai salah satu barometer kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif di Indonesia. Kini tinggal bagaimana rencana ekspansi dan digitalisasi bisa diwujudkan secara konsisten agar produk legendaris seperti Susu Nandhi Murni benar-benar mendunia dan mengharumkan nama daerah,” pungkas Purwanto. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *