google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lapasila UM Gelar Rembug Nasional, Kobarkan Kembali Api Pancasila

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan kebangsaan di tengah era disrupsi digital. Melalui UPT Laboratorium Pancasila, UM menggelar Rembug Nasional Pancasila 2025 yang bertajuk Menyalakan Kembali Api Pancasila: Menjawab Krisis Kebangsaan di Era Disrupsi. Acara bergengsi ini digelar pada Selasa, (24/6/2025) di Aula Lantai 9 Gedung Rektorat UM dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube @labpancasila_um.

Forum ini hadir sebagai respon terhadap berbagai krisis multidimensi yang tengah menguji ketahanan ideologi bangsa. Mulai dari krisis identitas, intoleransi, degradasi demokrasi, hingga melemahnya solidaritas sosial akibat derasnya arus informasi digital yang tak terkendali. Rembug Nasional ini menjadi ruang strategis untuk merefleksikan sekaligus merumuskan langkah nyata menjaga eksistensi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama diisi oleh pemaparan kunci dari Sukidi, Ph.D., pemikir kebinekaan dan filsafat politik yang selama ini dikenal aktif mendorong revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks masyarakat modern. Dalam paparannya, Sukidi mengajak peserta untuk tidak sekadar mengagungkan Pancasila secara simbolik, tetapi benar-benar menginternalisasi nilai-nilainya sebagai etika hidup bersama di tengah keragaman.

Sesi kedua dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Nasional yang melibatkan puluhan perwakilan Pusat Studi Pancasila dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diskusi ini mengangkat isu strategis terkait implementasi pendidikan Pancasila yang lebih kontekstual, adaptif terhadap zaman, dan memiliki orientasi masa depan.

Kepala UPT Laboratorium Pancasila UM, Dr. Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si., menegaskan tanggung jawab menjaga Pancasila tidak bisa hanya dibebankan pada negara semata. Dunia pendidikan, kata dia, harus menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran etis kolektif.

“Saat ini bukan zamannya lagi sekadar menghafal lima sila. Yang dibutuhkan adalah kesadaran baru untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak. Lewat forum ini, kami ingin menyalakan kembali api Pancasila agar tetap menyala di tengah badai disrupsi,” tegas Akhirul.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Rembug Nasional Pancasila 2025, yang mencerminkan komitmen bersama komunitas akademik dalam menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di era digital. Deklarasi ini berisi seruan untuk memperkuat pendidikan ideologi, memperluas jejaring pusat studi kebangsaan, dan mendorong kebijakan publik yang berpihak pada nilai-nilai Pancasila.

“Rembug Nasional ini tak hanya menjadi ajang pertemuan gagasan, tetapi juga membangun solidaritas lintas kampus dalam misi menjaga Indonesia tetap berakar pada jati diri ideologisnya. Universitas Negeri Malang melalui UPT Laboratorium Pancasila menegaskan peran sentralnya sebagai motor penggerak pemikiran kebangsaan yang transformatif,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *