google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Libur Nataru, Desa Wisata Kota Batu Alami Lonjakan Wisatawan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kota Batu, Jawa Timur, kembali menjadi magnet bagi wisatawan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Salah satu daya tarik utamanya adalah desa wisata yang menawarkan keindahan alam, kelezatan kuliner, hingga keunikan produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah).

Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu, Muhammad Dadi, menyebutkan kunjungan ke desa wisata meningkat signifikan, terutama oleh wisatawan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Rata-rata kunjungan ke desa wisata meningkat sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan hari biasa,” ungkap Dadi, Rabu (1/1/2025).

Ia menambahkan, pada hari tertentu, peningkatan jumlah pengunjung bahkan bisa mencapai dua kali lipat, meski terkadang terganggu oleh faktor cuaca.

Destinasi Favorit dan Ragam Aktivitas Menarik

Ia membeberkan beberapa desa wisata favorit yang menjadi pilihan utama wisatawan selama libur Nataru meliputi Desa Wisata Tulungrejo, Desa Wisata Punten, Desa Wisata Bulukerto, Desa Wisata Sidomulyo, dan Desa Wisata Sumber Brantas. Desa-desa ini terkenal dengan keindahan alamnya serta beragam produk UMKM kreatif yang mampu menarik perhatian pengunjung.

“Sebagai contoh, wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata petik stroberi di Desa Pandanrejo, berjalan-jalan di kebun bunga Desa Wisata Sidomulyo, hingga menikmati produk kuliner khas di Desa Wisata Oro-Oro Ombo,” jelas Dadi.

Menurut Dadi, sebagian besar pengunjung yang datang kali ini adalah keluarga, berbeda dengan akhir pekan atau libur lain yang lebih didominasi oleh pekerja atau rombongan dari lembaga pendidikan dan organisasi.

Peran Desa Wisata dalam Perekonomian Lokal

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As-Siddiq, menyebutkan kunjungan wisatawan ke desa wisata selama libur Nataru mencapai 60-70 persen. Ia juga menyoroti bagaimana desa wisata memberikan dampak ekonomi signifikan bagi desa-desa tersebut melalui pendapatan tidak langsung.

“Beberapa desa wisata seperti Tulungrejo, Oro-Oro Ombo, Sidomulyo, Pandanrejo, dan Bumiaji menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat setempat,” jelas Arief.

“Selain menawarkan wisata alam, desa-desa ini juga terus berinovasi dengan wisata kuliner dan UMKM, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berlama-lama menikmati suasana pedesaan,” sambung Arief.

Langkah Strategis untuk Pengembangan Desa Wisata

Melihat potensi besar desa wisata, Dadi mengungkapkan Pemkot Batu dan para pengelola desa berupaya meningkatkan kualitas layanan serta daya tarik wisata.

“Menurut saya, perbaikan yang dilakukan mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengelola, hingga strategi promosi yang lebih agresif,” sebut Dadi.

Arief juga mengimbau agar pengelola desa wisata lebih fokus pada pengembangan paket-paket wisata terpadu yang mampu memberikan pengalaman lengkap bagi wisatawan.

“Selain meningkatkan promosi, kami dari dinas siap mendukung agar desa wisata semakin menjadi pemicu peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Optimisme untuk 2025

Melihat tren positif ini, Arief menerangkan Kota Batu optimis kunjungan wisatawan ke desa wisata akan terus meningkat di tahun 2025. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan inovasi dari masyarakat, desa wisata di Kota Batu tidak hanya menjadi tempat liburan, tetapi juga penggerak utama perekonomian lokal.

“Dengan berbagai potensi yang dimiliki, desa wisata di Kota Batu diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kota Batu adalah rumah bagi keindahan alam dan keramahan penduduknya. Kami siap membawa desa wisata ke tingkat yang lebih tinggi,” tandas Arief. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *