google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswa FH UB Sabet Juara 1 di Ajang Hukum Bergengsi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim Aegir dari FH UB berhasil meraih Juara 1 serta penghargaan Best Contract dalam ajang Contract Drafting and Negotiation Competition (CDNC) di The 5th National Business Legal Talk yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS).

CDNC merupakan kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan mahasiswa dalam merancang kontrak bisnis serta bernegosiasi. Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Kerangka Hukum dan Praktik Bisnis yang Ideal untuk Keberlangsungan Bisnis Energi Hijau: Dinamika Pengimplementasian dalam Tinjauan ESG. Sebanyak 21 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini, melewati serangkaian babak seleksi ketat yang melibatkan penyusunan kontrak bisnis serta final berupa negosiasi bisnis langsung.

Tim Aegir FH UB, yang terdiri dari Nadya Indira Desiana Putri, Alverian Devara Karhatt, Fadila Vairuz Harsyad, Marvella Nursyah Putri, Jauza Afraa Fadhillah, dan Jona Binsar Gracia, sukses menyingkirkan delegasi dari berbagai universitas ternama. Kemenangan ini semakin membanggakan karena dalam beberapa tahun terakhir, FH UB belum pernah membawa pulang gelar dari kompetisi serupa.

“Kami sangat bangga bisa membawa pulang dua gelar sekaligus untuk FH UB. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim dalam memahami serta merancang kontrak bisnis yang sesuai dengan kaidah hukum dan praktik bisnis yang ideal,” ucap Fadila Vairuz, salah satu anggota Tim Aegir.

Dalam kompetisi ini, Tim Aegir mengangkat isu energi hijau dengan fokus pada Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Strategi mereka bertujuan mendukung transisi energi bersih di Indonesia dengan mempertimbangkan aspek hukum, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah harus memahami banyak aspek di luar hukum, seperti teknis kelistrikan, net zero emission, serta membagi waktu antara persiapan lomba dan tugas akademik. Terlebih, beberapa anggota tim sedang menyusun skripsi dan aktif di organisasi,” jelas Fadila.

Babak penyisihan kompetisi berlangsung selama 30 hari secara daring, di mana setiap tim harus menyusun kontrak bisnis berdasarkan studi kasus yang diberikan oleh panitia. Dari seluruh peserta, hanya lima tim terbaik yang berhak maju ke babak final, yang digelar secara luring di Surakarta pada 21-23 Februari 2025. Kemenangan Tim Aegir FH UB di kompetisi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah keterampilan mereka dalam hukum bisnis.

“Kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita belajar dari setiap prosesnya. Saya harap teman-teman mahasiswa tidak ragu untuk mencoba, karena pengalaman seperti ini sangat berharga untuk masa depan,” pesan Fadila. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *