google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswi PTN Selamat dari Insiden Bundir Jembatan Suhat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Seorang mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin (19/1/2026) dini hari. Korban berhasil diselamatkan berkat respons cepat warga, relawan, dan aparat kepolisian, lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta mengatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 00.30 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.

“Ada laporan percobaan bunuh diri dengan cara jatuh dari Jembatan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,” kata Anang saat dikonfirmasi iKoneksi.com, Senin (19/1/2026).

Korban diketahui berinisial TAM (24), mahasiswi asal Jakarta Selatan. Hingga saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang akibat luka yang dialaminya.

Berdasarkan keterangan Anang, peristiwa bermula saat seorang saksi mata berinisial TS, pengemudi ojek daring, melihat seseorang terjatuh dari atas jembatan. Saksi kemudian memastikan ke area bawah jembatan dan mendapati korban sudah tergeletak.

“Saksi TS yang saat itu melintas di Jembatan Suhat melihat seseorang menjatuhkan diri dari atas jembatan,” tutur Anang.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera menghubungi pihak kepolisian dan relawan. Tak lama kemudian, petugas Polsek Lowokwaru bersama tim Inafis Polresta Malang Kota, relawan RJT, serta tenaga medis tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban masih hidup. Dari pengecekan tim medis, diperkirakan korban mengalami patah tulang di bagian tangan kanan,” jelas Anang.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans relawan menuju RSSA Malang guna mendapatkan penanganan lanjutan. Pihak kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta untuk pendampingan dan proses lebih lanjut.

“Korban dibawa ambulans RJT ke IGD RSSA Malang sambil menunggu pihak keluarga di Jakarta dapat dihubungi,” ujar Anang.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui latar belakang kejadian tersebut. Aparat mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan situasi darurat di ruang publik, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait keselamatan di kawasan Jembatan Soekarno-Hatta. Kepolisian bersama pemerintah daerah terus mengingatkan pentingnya kepedulian sosial dan upaya pencegahan guna meminimalkan kejadian serupa di kemudian hari.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *