google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Maling Kabel di Lato Kafe Tertangkap, Diduga untuk Nyabu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com — Aksi pencurian kembali terjadi di Kota Pematangsiantar. Seorang pria nekat membobol sebuah kafe demi membawa kabur kabel sepanjang 200 meter dan dua unit kipas angin dinding. Peristiwa itu terjadi di Lato Café, sebuah tempat nongkrong yang tengah berkembang di kawasan pusat kota, Rabu (14/5/2025). Ironisnya, aksi ini diduga kuat dilakukan demi memenuhi kebutuhan narkoba pelaku.

Tertangkap Tangan Saat Aksi Berlangsung

Pelaku tertangkap tangan oleh warga setempat saat hendak kabur dari lokasi kejadian. Ia kedapatan membawa gulungan kabel yang sudah dipotong-potong, serta dua kipas dinding milik kafe. Korban dan penjaga Kafe, Pian Damanik yang curiga sejak awal langsung mengepung pelaku sebelum sempat melarikan diri. Tanpa perlawanan berarti, pria tersebut akhirnya diamankan di Lato Cafe.

“Awalnya kami lihat dia mondar-mandir dari pagi, tapi baru sore hari dia masuk ke kafe. Pas kami dekati, ternyata sudah bawa kabel dan kipas,” ujar Pian

Barang Bukti: Kabel, Kipas, dan Alat Isap Sabu

Lebih mengejutkan, dari penggeledahan yang dilakukan warga ditemukan sejumlah barang mencurigakan dari dalam saku pelaku. Tiga buah mancis, serta satu alat isap sabu (bong) disita sebagai barang bukti tambahan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pencurian tersebut berkaitan erat dengan penggunaan narkotika jenis sabu.

“Dia seperti orang gelisah, matanya merah dan bau tubuhnya mencurigakan. Waktu kami geledah, ternyata ada alat hisap dan tiga mancis di sakunya,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya saat melintas

Keterangan Pemilik Kafe: Kerugian dan Rasa Trauma

Pian mengaku sangat terkejut dan kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut kerugian yang dialaminya bukan hanya materi, tetapi juga ketenangan usaha dan rasa aman di lingkungan sekitar.

“Kabel yang dicuri itu sepanjang 200 meter, kabel itu memang masih belum digunakan dan dalam posisi disimpan. Belum lagi dua kipas dinding yang baru saja dibeli,” keluh Pian.

Menurut Pian, kafe yang ia jaga belum beroperasi karena masih dalam tahap tutup. Aksi pencurian ini pun membuatnya harus kembali mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti barang-barang yang hilang.

“Yang lebih menyakitkan, pelaku melakukan ini untuk beli sabu. Miris sekali. Tempat usaha yang saya jaga jadi sasaran demi kebutuhan narkoba,” tegas Pian.

Kekhawatiran Warga: Narkoba Jadi Akar Masalah

Warga sekitar pun menyatakan kekhawatiran atas maraknya tindak kriminal yang dilatarbelakangi oleh penggunaan narkoba. Mereka meminta pihak kepolisian dan pemerintah kota untuk lebih aktif dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya di kalangan pemuda dan pengangguran.

“Sudah bukan sekali dua kali pencurian karena sabu. Ini harus jadi perhatian serius. Kalau dibiarkan, bukan cuma barang yang hilang, tapi keamanan lingkungan juga ikut hancur,” ucap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Langkah Hukum dan Penyelidikan Lanjut

Pian mengungkapkan pelaku tengah diamankan dan melakukan pemeriksaan intensif. Hal ini dilakukannya dikarenakan geram melihatnya kejadian bukan sekali atau dua kali namun sudah berulang.

“Kami sudah amankan tersangka dan barang bukti. Saat ini kami tanya dulu agar jera dikarenakan setiap kali hilang saya selalu dituduh dan hal ini membuat kesal,” ungkapnya.

Keamanan Harus Jadi Prioritas

Kejadian ini ditegaksan Pian menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan pemilik usaha di Kota Pematangsiantar untuk meningkatkan kewaspadaan. Di sisi lain, pemerintah dan aparat diminta lebih tegas dalam memberantas narkoba yang semakin meresahkan. Satu pencurian yang terlihat sepele ternyata mengungkap persoalan sosial yang jauh lebih dalam ketergantungan narkotika yang memicu tindakan kriminal.

“Saatnya semua pihak berkolaborasi menjaga keamanan kota agar tak lagi muncul kisah miris seperti ini: sebuah usaha kecil yang menjadi korban demi satu hisapan sabu,” pungkas Pian. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *