google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mengapa Ungkapan “Madura Menguasai Dunia” Bukan Sekadar Lelucon

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com – Ungkapan “Madura Menguasai Dunia” tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Meski terdengar seperti candaan, pernyataan itu rupanya mengandung makna historis dan kultural yang sangat dalam. Hal ini ditegaskan oleh Dr La Ode Rabani SS MHum, dosen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair).

Dalam penjelasannya pada Rabu (16/7/2025), La Ode menekankan bahwa kalimat tersebut mencerminkan semangat, etos kerja, dan kekuatan budaya masyarakat Madura yang sudah teruji sejak masa kolonial.

“Dilacak dari akar historis, orang-orang Madura dikenal mempunyai etos kerja yang kuat dan bebas, tanpa mau diintervensi oleh penguasa kolonial Belanda sekalipun,” ujarnya lugas.

Etos Kerja Tinggi Meski Hidup di Lahan Gersang

Menurut La Ode, semangat kerja masyarakat Madura tidak tumbuh dalam kenyamanan. Sebaliknya, mereka berasal dari wilayah yang secara ekologis tidak subur dan tidak berbasis agraris. Justru karena keterbatasan itulah, mereka tumbuh menjadi kelompok pekerja keras yang terbiasa dengan tantangan.

‘Bahkan komunitas Tionghoa, yang dikenal gigih dalam dunia usaha, mengakui keunggulan etos kerja orang Madura,” terang La Ode.

Etnis Maritim yang Melek Perdagangan

Selain dikenal sebagai etnis pekerja keras, orang Madura juga dikenal sebagai pelaut ulung. Keahlian dalam navigasi, pembuatan perahu, dan perdagangan pesisir telah menjadi bagian dari budaya mereka sejak lama. Letak geografis Madura yang berada di jalur utama perdagangan Nusantara menjadikan etnis ini melek ekonomi lebih dini. Mereka menjalin relasi intensif dengan pusat-pusat ekonomi besar seperti Surabaya, Probolinggo, dan Pasuruan.

“Dari relasi geoekonomi itulah, orang Madura belajar dan beradaptasi dengan geliat ekonomi modern,” jelas La Ode.

Tradisi Merantau dan Kekuatan Identitas

Merantau adalah bagian penting dari identitas orang Madura. Dari menjadi buruh kasar hingga penginjil dan tentara, mereka tersebar ke seluruh penjuru Indonesia. Namun, meski jauh dari tanah kelahiran, identitas Madura tetap terpelihara. Bahasa, tradisi, dan prinsip keagamaan tetap dibawa dan dijaga. Menurut La Ode, hal ini menjadi pengikat emosional di perantauan.

La Ode juga menyoroti perantauan orang Madura kerap dilakukan secara berkelompok.

“Ini bisa jadi bentuk pertahanan sosial. Karena dalam beberapa kasus, mereka tidak selalu diterima baik oleh masyarakat lokal. Jadi, mereka saling jaga dan saling bantu,” ungkapnya.

Kini, masyarakat Madura di perantauan telah jauh lebih diterima. Perkawinan lintas etnis semakin umum, dan para elite Madura bahkan banyak yang menduduki jabatan penting di berbagai daerah.

Warung Madura 24 Jam, Simbol Ketekunan Modern

Salah satu cerminan nyata dari etos kerja tinggi orang Madura adalah fenomena Warung Madura 24 jam. Bagi La Ode, ini bukan sekadar bisnis biasa. Ini adalah bentuk respons terhadap ekonomi yang makin kompetitif.

“Buka sepanjang hari dan malam bukan sekadar untuk cari uang lebih banyak, tapi bentuk kesiapan menghadapi tantangan zaman,” sebutnya.

Ia menegaskan pembagian waktu tidur dan kerja secara bergiliran dalam warung-warung tersebut justru menunjukkan pemanfaatan waktu yang optimal.

“Dalam dunia sekarang, malas adalah kehancuran. Kerja keras di luar batas normal adalah tuntutan,” beber La Ode.

Inspirasi dari Madura untuk Generasi Muda

Sebutan “Madura Menguasai Dunia” bukan hanya kelakar dunia maya. Ia menjadi gambaran tentang daya tahan, semangat juang, dan strategi bertahan hidup dari sebuah etnis kecil yang kini berdampak besar. La Ode mengajak generasi muda Indonesia untuk belajar dari semangat itu—bahwa kerja keras dan identitas budaya bisa menjadi kunci sukses di era global.

“Ungkapan viral itu pun kini menjadi refleksi, dalam dunia yang keras dan penuh persaingan ini, semangat dan disiplin orang Madura layak dijadikan panutan,” tukas La Ode. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *