google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mengembalikan Kejayaan Apel Batu: Strategi Baru Pemkot dan Kerja Sama Jepang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kota Batu, yang sejak lama dikenal sebagai kota penghasil apel berkualitas, kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan statusnya. Kejayaan apel Batu kian meredup seiring dengan berbagai permasalahan seperti perubahan iklim, degradasi kualitas tanah, dan biaya produksi yang semakin tinggi. Menyadari hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengambil langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan apel sebagai ikon daerah.

Salah satu upaya utama yang tengah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Jepang, khususnya Fukushima, dalam hal penyediaan bibit apel unggul. Bibit ini diklaim lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem serta memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam revitalisasi sektor pertanian apel di daerah tersebut.

“Kami telah berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan apel Batu. Dalam pertemuan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna dan para petani di Desa Tulungrejo, kami sepakat bahwa tantangan utama seperti tingginya biaya produksi dan menurunnya kesuburan tanah harus segera diatasi,” tutur Nurochman dalam pernyataannya pada Sabtu (22/3/2025).

Sebagai bagian dari strategi besar ini, Pemkot Batu akan membangun lahan percontohan (demplot) di Kecamatan Bumiaji. Lahan ini akan difungsikan sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknik budidaya apel yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Melalui demplot ini, berbagai varietas apel unggulan akan diuji, sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian kepada para petani agar hasil panen lebih optimal,” jelas Cak Nur sapaan akrabnya.

Selain itu, Pemkot Batu juga tengah meninjau kembali kerja sama dengan Fukushima, Jepang.

“Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan bibit apel unggul tetap terjaga, sehingga petani dapat menanam varietas yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” terang Cak Nur.

Ketua Kelompok Tani Apel Maju Bersama, Utomo, menyambut baik inisiatif pemerintah ini. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Pemkot Batu bisa menjadi angin segar bagi para petani apel yang masih bertahan di tengah tantangan yang ada.

“Kami optimistis dengan adanya program ini. Kerja sama dengan Jepang bisa menjadi solusi konkret bagi petani yang ingin terus membudidayakan apel, meskipun saat ini banyak yang mulai beralih ke komoditas lain,” ungkap Utomo.

Saat ini, luas lahan apel yang tersisa di Kota Batu hanya sekitar 311 hektare. Angka ini terus menyusut akibat berbagai faktor, termasuk alih fungsi lahan dan perubahan pola tanam petani. Oleh karena itu, inisiatif Pemkot Batu ini diharapkan mampu menahan laju penurunan dan bahkan memperluas kembali area perkebunan apel.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, petani, dan mitra internasional. Dengan adanya lahan percontohan serta pasokan bibit unggul dari Jepang, diharapkan apel Batu bisa kembali berjaya, bukan hanya sebagai ikon daerah, tetapi juga sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendongkrak ekonomi lokal,” terang Utomo.

“Pemkot Batu tetap optimistis dengan kerja sama yang solid, inovasi teknologi pertanian, serta komitmen petani, kejayaan apel Batu bukan sekadar kenangan, tetapi bisa kembali menjadi kebanggaan daerah dan sumber kesejahteraan bagi masyarakatnya,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *