google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menkeu Ancam Alihkan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan tegas terkait masa depan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa anggaran untuk program tersebut berpotensi dialihkan ke pos lain apabila Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana tidak mampu menyerap dana sesuai target yang telah ditetapkan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menggelar taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Tegas: Anggaran Tidak Boleh Menganggur

Menurut Purbaya, prinsip utama yang dijalankan Kementerian Keuangan adalah memastikan tidak ada anggaran yang dibiarkan “menganggur” di kementerian ataupun lembaga. Jika penyerapan BGN rendah, maka dana tersebut akan segera dialihkan.

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian, ya kita ambil juga. Kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit dan utang. Jadi pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun kementerian,” tegas Purbaya.

Langkah ini, menurutnya, bukan bentuk hukuman, melainkan strategi menjaga kesehatan fiskal sekaligus mendorong percepatan kerja lembaga pelaksana.

Monitoring Ketat: Kemenkeu Turun Tangan

Untuk mengantisipasi rendahnya serapan anggaran, Purbaya menyatakan akan mengirim pegawai Kementerian Keuangan guna melakukan monitoring langsung terhadap BGN.

“Treatment-nya sama kalau memang kita bisa lihat dan kita coba bantu, termasuk ngirim manajemen dan segala macam biar kerja lah,” katanya.

Dengan monitoring langsung, Purbaya berharap dapat membantu BGN mempercepat penyaluran dana agar manfaat program MBG bisa segera dirasakan masyarakat.

Data Serapan Anggaran Masih Rendah

Berdasarkan catatan BGN, Purbaya mengungkapkan hingga 8 September 2025, realisasi anggaran MBG baru mencapai Rp15,7 triliun. Pemerintah menargetkan adanya peningkatan hingga Rp20 triliun pada November mendatang.

“Jika target itu tidak tercapai, risiko pergeseran anggaran semakin besar. Dana yang ada bisa saja dialihkan ke program prioritas lain atau dipakai untuk menekan defisit dan utang negara,” sebutnya.

Arahan Presiden: Harus Cepat dan Tepat

Purbaya juga menegaskan langkah percepatan serapan anggaran sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan setiap program prioritas berjalan cepat, tepat, dan terukur.

“Justru kita membantu MBG biar diserap lebih cepat. Tapi kalau saya enggak kasih sanksi, ya mereka santai-santai saja. Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya kalau memang bagus,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal jelas Purbaya pemerintah tidak akan mentoleransi lembaga yang bekerja lamban, terutama dalam program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Implikasi ke Depan

Kebijakan ini menurut Purbaya berpotensi memberi tekanan besar kepada BGN untuk mempercepat serapan anggaran. Di sisi lain, ancaman pengalihan dana juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga efektivitas program nasional.

“Bagi masyarakat, keputusan ini bisa membawa dua sisi. Jika BGN mampu mengejar target, maka program MBG akan berjalan lebih optimal dan cakupannya bisa diperluas. Namun jika gagal, maka program ini bisa kehilangan sebagian anggarannya dan manfaat yang dijanjikan tidak sepenuhnya dirasakan,” ungkap Purbaya.

Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini memperlihatkan komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus menekan lembaga agar bekerja lebih efektif. Program Makan Bergizi Gratis, yang digadang-gadang sebagai salah satu program unggulan pemerintahan, kini berada dalam sorotan tajam.

“Tantangannya jelas BGN harus bergerak cepat, atau siap kehilangan sebagian anggarannya,” pungkas Purbaya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *