google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menpora Dito Puji Reli Internasional di Jantung Perkebunan Simalungun

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Simalungun, iKoneksi.com – Dentuman mesin, deru ban, dan debu yang membumbung di udara mewarnai akhir pekan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (9/8/2025). Ajang FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2025 putaran ketiga resmi digelar, menghadirkan atmosfer balap kelas dunia di tengah hamparan perkebunan hijau.

Tak kurang dari 48 pereli dari berbagai negara mulai dari India, Prancis, hingga tuan rumah Indonesia mengadu kecepatan di lintasan menantang yang membentang di area PTPN IV, PT Toba Pulp Lestari, dan PT Tobasari. Keunikan jalur di kawasan perkebunan ini tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga memanjakan mata dengan pemandangan alam khas Sumatera Utara.

Menpora Hadir Langsung, Tinjau Paddock dan Sapa Peserta

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo hadir langsung di lokasi lomba, meninjau area paddock, dan berbincang dengan para peserta serta panitia. Didampingi Pembina IMI Sumatera Utara Musa Rajekshah dan calon Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto, Dito tampak antusias mengikuti jalannya event.

“Event seperti ini sangat penting karena memberikan dampak positif, tidak hanya bagi olahraga otomotif, tetapi juga terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya kepada iKoneksi.com.

Dito menegaskan bahwa ajang reli internasional ini merupakan bukti nyata sport tourism dapat menjadi magnet bagi wisatawan dan investor. Kehadiran pereli internasional, lanjutnya, memberi sinyal bahwa Sumatera Utara punya daya tarik global dalam penyelenggaraan olahraga otomotif.

Lintasan Menantang, Pesona Alam Tak Tertandingi

Keunikan lintasan menjadi sorotan tersendiri. Berbeda dengan jalur reli di negara lain, lintasan Simalungun memadukan tantangan teknis tikungan tajam, turunan curam, hingga jalan berbatu dengan panorama alam yang memikat. Bagi para pereli, ini adalah kombinasi langka yang menguji kemampuan sekaligus memberi pengalaman visual yang tak terlupakan.

“Lintasan di sini istimewa. Pemandangannya indah, tapi tetap menuntut konsentrasi penuh,” kata salah satu peserta dari Prancis.

Efek Ganda untuk Ekonomi dan Pariwisata

Selain menjadi ajang adu nyali, FIA APRC juga memberi dampak ekonomi langsung. Hotel, restoran, dan pelaku UMKM di sekitar lokasi merasakan lonjakan kunjungan. Para penonton, kru, dan pembalap yang datang dari luar daerah turut memutar roda ekonomi lokal.

Bagi sektor pariwisata, event ini sekaligus menjadi promosi besar-besaran untuk Danau Toba dan kawasan sekitarnya. Menpora Dito berharap, gelaran seperti ini masuk dalam agenda tahunan tetap dan menjadi daya tarik utama sport tourism Indonesia.

Menuju Agenda Tahunan Kelas Dunia

Harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan event ini. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas otomotif, Simalungun berpeluang menjadi salah satu ikon reli internasional di Asia Pasifik.

“Kalau konsisten dan dikemas dengan baik, FIA APRC di Simalungun bisa menjadi salah satu seri reli paling ditunggu di dunia,” ujar Musa Rajekshah.

Ajang ini ditekankan Musa telah membuktikan olahraga otomotif tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi, memperkuat citra pariwisata, dan membangun kebanggaan daerah.

“Dengan semangat kolaborasi semua pihak, Simalungun kini selangkah lebih dekat menuju panggung sport tourism global,” pungkas Musa. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *