google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mensos RI Tinjau Sekolah Rakyat di Kota Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Suasana penuh harapan dan semangat perubahan menyelimuti UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) Kota Batu, Senin (19/5/2025), ketika Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, hadir langsung untuk melakukan audiensi bersama masyarakat dan calon siswa Sekolah Rakyat. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen nyata pemerintah dalam menjawab persoalan akses pendidikan bagi kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Audiensi yang berlangsung hangat ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di pemerintahan daerah, seperti Wali Kota Batu, Nurochman, dan Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto. Tak ketinggalan, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Dr. Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo, serta Inspektur Jenderal Kemensos RI, turut mendampingi Menteri Sosial dalam kunjungannya.

Mengangkat Derajat Lewat Sekolah Rakyat

Gus Ipul datang dengan pesan kuat: bahwa pendidikan adalah jembatan untuk keluar dari kemiskinan, dan Sekolah Rakyat adalah solusi konkret bagi anak-anak yang selama ini terhalang akses pendidikan karena faktor ekonomi.

“Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi mereka yang selama ini terkendala biaya dan akses,” tegas Gus Ipul di hadapan para orang tua dan calon siswa.

Sebanyak 75 calon siswa dan wali murid hadir dalam audiensi tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang tergolong miskin maupun miskin ekstrem segmen masyarakat yang menjadi fokus utama intervensi Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. UPT PPSPA Kota Batu memang hanya memiliki kapasitas terbatas, namun kehadiran Gus Ipul menjadi sinyal kuat bahwa program ini akan diperluas dan diperkuat, tidak hanya di Kota Batu, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dialog Hangat dengan Orang Tua dan Anak

Salah satu momen paling menyentuh dalam audiensi ini adalah ketika Gus Ipul berdialog langsung dengan orang tua calon siswa. Ia mendengarkan keluhan, harapan, dan cerita perjuangan mereka dalam menyekolahkan anak di tengah keterbatasan ekonomi. Dalam suasana yang terbuka dan akrab, Gus Ipul menjawab setiap pertanyaan dengan lugas, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi ruang yang tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga memanusiakan mereka.

“Para orang tua yang hadir tampak lega dan optimis. Banyak di antara mereka mengaku selama ini khawatir anak-anaknya tidak akan bisa mengenyam pendidikan layak karena biaya sekolah yang kian mahal. Melalui program ini, mereka kembali mendapat harapan,” jelas Gus Ipul.

Dukungan Pemerintah Daerah: Satu Irama, Satu Tujuan

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batu sepenuhnya mendukung keberadaan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi nasional menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

“Pemerintah Kota Batu siap bersinergi dengan Kemensos demi mewujudkan hak pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat. Ini bukan hanya program pusat, tetapi juga panggilan kemanusiaan bagi kita semua,” tegas Nurochman.

Ia juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan beberapa orang tua siswa secara langsung, mendengarkan masukan dan menyampaikan Pemkot Batu akan memfasilitasi segala bentuk kebutuhan yang menunjang proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

Kolaborasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Tidak hanya pemerintah daerah, kehadiran sejumlah pejabat tinggi dari Kementerian Sosial RI menunjukkan bahwa program ini mendapat perhatian penuh dari pusat. Sekjen Kemensos, Dr. Robben Rico, menegaskan peluncuran Sekolah Rakyat adalah bentuk transformasi dari bantuan sosial yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi produktif.

“Kami tidak ingin hanya memberi ikan, tetapi kail. Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan secara sistemik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Supomo, menambahkan upaya ini akan terus dikawal dengan sistem pengawasan yang ketat serta pelatihan berkelanjutan untuk tenaga pengajar, agar kualitas pendidikan yang diberikan benar-benar mampu bersaing.

Masa Depan Anak-anak Indonesia Dimulai dari Sini

Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi sebuah gerakan perubahan. Konsep sekolah ini menekankan pada penguatan karakter, pelatihan keterampilan hidup (life skills), dan pendidikan berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kurikulumnya dirancang fleksibel namun berbobot, agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus sesuai dengan kebutuhan anak-anak dari kalangan kurang mampu.

“Bukan hanya itu, Sekolah Rakyat juga akan menggandeng dunia usaha dan industri lokal untuk membuka akses magang atau pelatihan, sehingga para siswa nantinya tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat digunakan secara langsung dalam dunia kerja,” terang Gus Ipul.

Harapan Baru dari Kota Batu

Kunjungan Gus Ipul ke UPT PPSPA Kota Batu menyiratkan lebih dari sekadar audiensi; ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat, terutama mereka yang paling membutuhkan. Harapan baru telah ditanamkan, dan Kota Batu menjadi salah satu titik awal dari gerakan besar ini.

“Bagi para calon siswa dan orang tua mereka, hari itu adalah hari yang membangkitkan semangat. Mereka kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa masa depan bisa berubah, bahwa pendidikan yang dulu hanya impian kini menjadi kenyataan. Dan semuanya dimulai dari sebuah panggilan sederhana: Sekolah Rakyat, untuk anak Indonesia, tanpa terkecuali,” pungkas Gus Ipul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *