google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Metri Dusun Kekep Kota Batu, Khamim: Upaya Merawat Tradisi Leluhur

  • Bagikan
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari bersama warga bergotong royong menyiapkan makanan untuk selametan dusun Gegep Kota Batu, Ahad (20/7/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebudayaan begitu terasa di Dusun Gegep, Desa Tulung Rejo, Sabtu (20/7/2025). Warga dari tiga Rukun Warga (RW) berkumpul dalam sebuah acara adat tahunan bertajuk Selamatan Dusun, atau lebih akrab disebut sebagai Menteri Dusun. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti hidupnya budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan.

Tradisi yang Dijalankan dengan Khidmat dan Semangat

Kegiatan selamatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang tradisi Selamatan Desa Tulung Rejo, yang setiap tahun digelar untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Rangkaian acara dimulai dengan ritual atur bisungsung bentuk penghormatan kepada leluhur dan alam kemudian dilanjutkan dengan memasak jenang secara gotong royong, yang dikenal sebagai jenang bareng. Momen ini menjadi simbol persatuan dan kerjasama antarwarga.

“Acara ini bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang memperkuat ikatan batin sesama warga, mengenang asal-usul, dan menjaga nilai-nilai luhur,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari bersama warga bergotong royong menyiapkan makanan untuk selametan dusun Gegep Kota Batu, Ahad (20/7/2025) (04/iKoneksi.com)

Keterlibatan Luas, Semangat Kebersamaan Tak Terbendung

Tercatat, ada tiga RW yang terlibat dalam pelaksanaan Selamatan Dusun ini, yakni RW 4, RW 5, dan RW 18 yang merupakan pemekaran dari dua RW sebelumnya. Ketiganya membawahi total 13 RT. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat ini menunjukkan semangat kolektif yang kuat, meski zaman terus berubah.

Warga dengan penuh antusias mempersiapkan sajian tradisional, menghias lingkungan masing-masing, dan menyiapkan Karnaval Budaya yang digelar sebagai penutup acara. Karnaval ini menjadi ajang pentas seni, dari tarian tradisional, pertunjukan musik, hingga pawai budaya yang diikuti oleh warga berbagai usia.

Budaya Pulau Kemurungan yang Terus Dijaga

Salah satu hal yang menarik dalam Selamatan Dusun Gegep adalah keberadaan tradisi dan nilai-nilai yang berasal dari Pulau Kemurungan sebuah identitas budaya yang masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan telah menyatu dalam keseharian dan pola hidup warga.

Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, yang turut hadir dalam acara ini, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi seperti ini.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menjaga semangat kerukunan, gotong royong, dan kelestarian budaya. Harapannya, nilai-nilai ini terus diwariskan ke generasi muda,” katanya penuh apresiasi.

Menjadi Inspirasi di Tengah Perubahan Zaman

Di tengah derasnya arus modernisasi, menurut Khamim Selamatan Dusun menjadi tameng kebudayaan yang tak lekang oleh waktu. Ia hidup dari kesadaran kolektif warga akan pentingnya akar budaya sebagai identitas. Tradisi ini bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan menjadi landasan moral dan sosial yang menguatkan masyarakat menghadapi masa depan.

“Dusun Gegep menunjukkan di tengah perubahan, warisan leluhur tetap bisa hidup asalkan dijaga dengan cinta, dilestarikan dengan aksi, dan diwariskan dengan tulus. Menteri Dusun bukan hanya seremoni, melainkan napas panjang budaya yang terus bertahan di tengah zaman,” tukas Khamim. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *