google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Minimnya Anggaran Revitalisasi TPS Kota Malang Masih Bergantung Dana CSR

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Revitalisasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Malang dipastikan belum merata pada tahun 2026. Hingga awal tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang baru memastikan satu TPS yang akan diperbaiki melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan utama dalam percepatan pembenahan TPS. Di tengah kebutuhan perbaikan yang cukup besar, DLH baru mengantongi satu komitmen CSR.

“Kalau CSR, sejauh ini baru satu yang masuk, yaitu untuk perbaikan TPS di dekat Sardo, dekat Hotel Pelangi,” sebut Raymond.

Bantuan CSR tersebut berasal dari salah satu hotel di Kota Malang dan akan digunakan untuk merevitalisasi TPS di kawasan Jalan Simpang Gajayana, Kecamatan Lowokwaru. Nilai bantuan diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta dan direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Meski demikian, Raymond menegaskan bahwa besaran dana tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Pasalnya, masih banyak TPS di berbagai wilayah Kota Malang yang kondisinya membutuhkan pembenahan segera.

“Masih banyak TPS yang perlu diperbaiki. Seperti TPS Jatimulyo, TPS Pandanwangi, dan TPS Simpang Wilis. TPS Simpang Wilis kemarin sempat mendapat CSR, tapi pekerjaannya belum selesai karena sudah berganti tahun,” jelasnya.

Selain TPS tersebut, DLH Kota Malang juga masih mengupayakan perbaikan TPS Bunulrejo. Sementara itu, TPS Mulyorejo disebut telah rampung direvitalisasi. Beberapa TPS di wilayah Kecamatan Lowokwaru juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan, terutama yang membutuhkan atap penutup untuk meminimalkan bau sampah, khususnya saat musim hujan.

“Termasuk juga TPS Gunung Muria dan kawasan Hutan Malabar sudah kami usulkan untuk diperbaiki. Tetapi karena belum ada anggaran, masih kami upayakan apakah bisa masuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau kemungkinan di 2027,” terang Raymond.

Untuk mempercepat penanganan persoalan TPS, DLH Kota Malang berencana lebih aktif menggandeng sektor swasta. Dalam waktu dekat, DLH akan menyusun proposal dan melakukan pendekatan langsung kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berpotensi menyalurkan dana CSR.

“Tahun kemarin konsentrasi kami menyelesaikan kegiatan yang sudah berjalan. Ini tahun baru, kami akan mulai lagi, mengajukan proposal ke perusahaan atau swasta yang kemungkinan bisa membantu,” imbuhnya.

“Saya berharap keterlibatan sektor swasta melalui skema CSR dapat menjadi solusi jangka pendek dalam mempercepat pembenahan TPS, sembari menunggu dukungan anggaran dari pemerintah daerah pada tahun-tahun berikutnya,” tukas Raymond.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *