google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Negara Hadir, Andreas Eddy Sentuh Kelompok Rentan di Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKonesi.com— Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menyalurkan bantuan sembako dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Yayasan Bhakti Luhur, Kota Malang, Ahad (14/12/2025). Kegiatan tersebut mengusung tema “Negara Hadir Melindungi yang Paling Rentan.”

Bantuan diberikan kepada anak-anak dan warga binaan yayasan yang selama ini mendampingi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat dengan keterbatasan sosial-ekonomi. Andreas menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warga yang paling membutuhkan.

Dalam keterangannya, Andreas terlebih dahulu menyampaikan duka cita atas bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia.

“Kami turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ketika mereka tertimpa musibah, kita sebagai bangsa ikut merasakan penderitaan itu,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai Pancasila harus dihayati bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai falsafah hidup dalam membangun solidaritas sosial. Menurutnya, bencana tidak boleh dipandang sebagai kesalahan korban.

“Jangan bertanya dosanya apa. Mereka adalah saudara kita. Yang dibutuhkan adalah empati dan tindakan nyata,” tegas Andreas.

Andreas juga membagikan pengalamannya saat melakukan audiensi dengan Paus Leo XIV di Vatikan pada 29 Oktober lalu. Dalam pertemuan tersebut, Paus menyoroti lemahnya keseriusan pemimpin dunia dalam merespons krisis lingkungan global.

“Kerusakan alam yang diabaikan berpotensi menjadi bencana kemanusiaan. Ini masalah bersama umat manusia dan hanya bisa diatasi dengan kebersamaan dan solidaritas,” katanya mengutip pesan Paus.

Ia menilai bahwa dampak kerusakan lingkungan kini semakin nyata, mulai dari longsor, banjir, hingga kesulitan distribusi bantuan di wilayah terdampak. Kondisi tersebut, kata Andreas, mempertegas pentingnya perubahan cara pandang pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada manusia.

Lebih jauh, Andreas menegaskan solidaritas harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan komunitas lokal, sebelum diperluas ke tingkat nasional.

“Politik bagi saya adalah sarana untuk melayani, terutama mereka yang paling lemah, tertinggal, dan terpinggirkan,” ujarnya.

Melalui aksi sosial ini, Andreas berharap semangat Natal dapat menjadi momentum memperkuat kepedulian, persaudaraan, dan keberpihakan negara kepada kelompok rentan di tengah tantangan kemanusiaan yang kian kompleks.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *