google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PANDI Gelar Lomba Website Aksara Batak, Targetkan Generasi Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Upaya pelestarian budaya lokal kini bergerak menuju dunia digital. Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi menggelar Lomba Website berkonten Aksara Batak yang bertujuan mendorong digitalisasi warisan leluhur sekaligus memperluas eksistensinya di jagat maya.

Kompetisi ini dibuka untuk masyarakat umum, baik individu maupun tim, dari seluruh penjuru Indonesia. PANDI memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berkontribusi dalam mengenalkan dan menghidupkan kembali Aksara Batak melalui media internet. Lebih dari sekadar lomba, inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju pelestarian budaya berbasis teknologi.

Misi Budaya dalam Kemasan Digital

Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menyebut bahwa lomba ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PANDI dalam mendigitalisasi aksara nusantara.

“Program Lomba Aksara Batak ini bertujuan sebagai langkah awal digitalisasi aksara Batak di teknologi internet, browser, aplikasi keyboard, dan supaya masuk ke dalam standar Unicode yang berlaku secara internasional,” katanya, Senin (30/6/2025).

Melalui digitalisasi, Aksara Batak tak hanya akan dikenal kembali oleh masyarakat adat, tetapi juga akan mampu menjangkau generasi milenial dan Gen Z yang sangat akrab dengan perangkat digital.

Hadiah Puluhan Juta dan Dukungan .ID

Lomba ini dibuka mulai 23 Mei hingga 23 Juli 2025. Peserta diwajibkan menggunakan domain .id dalam pengembangan situs web mereka. Konten harus berfokus pada Aksara Batak, mulai dari sejarah, bentuk, filosofi, hingga penerapannya dalam era digital saat ini.

“Tak tanggung-tanggung, PANDI menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama berhak membawa pulang Rp10 juta, juara kedua Rp7 juta, juara ketiga Rp5 juta, serta dua pemenang favorit yang akan mendapat penghargaan khusus,” jelas John.

Arah Baru Promosi Budaya Lokal

Langkah ini ditekankan John menjadi bukti pelestarian budaya tidak lagi bergantung pada upacara adat atau dokumentasi kertas semata. Internet telah membuka ruang luas untuk aksara daerah agar tampil sejajar dengan bahasa dunia lainnya.

John berharap, melalui lomba ini, akan lahir situs-situs yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga edukatif dan menginspirasi minat baru terhadap aksara Batak. Lebih lanjut, program ini diproyeksikan menjadi batu loncatan agar Aksara Batak masuk dalam standar Unicode, sehingga dapat digunakan secara global dalam berbagai perangkat digital.

“Bagi masyarakat yang tertarik, seluruh informasi mengenai syarat, ketentuan, dan pendaftaran bisa diakses melalui situs resmi: www.lombawebsiteaksarabatak.id. Dengan keterlibatan komunitas digital dan sentuhan teknologi, pelestarian budaya kini memasuki babak baru lebih inklusif, dinamis, dan lintas generasi,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *