google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pasar Besar Malang Dibongkar Total: Kesempatan Terakhir yang Tak Boleh Gagal

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Rencana pembongkaran total Pasar Besar Malang kembali mencuat dan kali ini disebut sebagai kesempatan kedua yang tidak boleh disia-siakan. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, menegaskan bahwa proyek ini harus berjalan lancar demi kemajuan Kota Malang dan kesejahteraan para pedagang.

Menurut Arief, kesempatan pertama untuk membangun kembali Pasar Besar Malang sempat gagal meskipun anggaran telah tersedia, karena adanya penolakan dari beberapa pihak. Namun, kali ini, proyek tersebut mendapatkan dukungan langsung dari Pemerintah Pusat melalui Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, sehingga tidak boleh ada lagi hambatan yang menghalangi realisasi pembangunan.

“Ketika Wali Kota Malang saat ini dijabat oleh Pj Pak Iwan, ada peluang besar dari pusat. Ini adalah kesempatan kedua, dan kita tidak boleh gagal. Apapun yang terjadi, Pasar Besar harus dibangun. Jangan sampai ada penolakan. Kalau ada penolakan dan tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, apakah mereka yang menolak siap bertanggung jawab? Pasti Pemkot Malang yang disalahkan,” ujar Arief, Selasa (28/01/2025).

Dukungan dan Komitmen Pemerintah

Arief mengajak seluruh pihak untuk mendukung proyek ini demi kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa Pemkot Malang dan DPRD siap menerima aspirasi pedagang, terutama terkait kekhawatiran mengenai dampak pembongkaran total. Menurutnya, perwakilan Pemkot Malang, Pak Eko, sudah siap berdialog dengan pedagang, sementara DPRD juga membuka ruang diskusi untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Beberapa hal penting yang telah diatur dalam rekomendasi panitia khusus (pansus) antara lain:
✔ Biaya gratis bagi pedagang yang terdampak pembongkaran.
✔ Tidak ada penambahan jumlah pedagang di pasar yang baru.
✔ Ukuran bedak (kios) tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelumnya.

“Kami pastikan aturan ini tetap berlaku. Semua sudah diatur dalam rekomendasi pansus, dan ini masih menjadi acuan sampai hari ini,” kata Arief.

Pasar Baru, Fasilitas Modern, Identitas Tradisional Tetap Dijaga

Pembangunan ulang Pasar Besar Malang bukan sekadar renovasi, tetapi menciptakan fasilitas yang lebih baik dan nyaman bagi pedagang serta pembeli. Meskipun akan dibuat lebih modern, Arief memastikan bahwa identitas Pasar Besar sebagai pasar tradisional tidak akan hilang.

“Kami tidak ingin menghilangkan Pasar Tradisional, tetapi fasilitasnya harus lebih baik dari kondisi saat ini. Kenyamanan dan keamanan pedagang serta pengunjung adalah prioritas utama,” tegasnya.

Pembangunan ini diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp 275 miliar untuk membangun pasar dengan tiga lantai. Saat ini, Pemkot Malang masih menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini dan ditargetkan rampung pada pertengahan Februari 2025.

Dukungan Kementerian PU, Jangan Sampai Terlewat Lagi!

Arief menekankan peluang dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Anggaran ini bisa dicantolkan ke program PU, khususnya untuk pembangunan Pasar Besar. Jangan sampai kesempatan ini terlewatkan lagi,” lugasnya.

“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemkot Malang, dan DPRD, diharapkan pembangunan kembali Pasar Besar Malang bisa berjalan sesuai rencana,” tukas Arief. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *