google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pasar Besar Malang Rawan Ambruk, Pemkot Tancap Gas Revitalisasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akhirnya bergerak cepat menyikapi insiden mengkhawatirkan yang terjadi di Pasar Besar Malang. Tembok pembatas lantai tiga pasar ambrol pada Selasa (1/7/2025), menimpa seorang pedagang dan menyadarkan banyak pihak: bahwa bangunan pasar terbesar di Malang itu sudah di ambang krisis keselamatan.

Langkah konkret kini ditempuh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, yang akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta terkait kelanjutan revitalisasi total Pasar Besar. Rencana ini sebenarnya sudah lama dikawal oleh penjabat Wali Kota sebelumnya, namun kurang mendapat respons optimal. Kini, insiden runtuhnya bagian bangunan memperkuat alasan bahwa percepatan revitalisasi tidak bisa lagi ditunda.

“Saya baru mendapat laporan. Besok saya ke Jakarta dan akan koordinasi langsung terkait perkembangan revitalisasi Pasar Besar,” kata Wahyu kepada iKoneksi.com, Kamis (3/7/2025).

Pasar Tua yang Retak, Warga Diimbau Waspada

Wahyu menegaskan kondisi fisik bangunan Pasar Besar sudah terlalu tua dan memprihatinkan. Bahkan dinding bagian atas pasar sudah menunjukkan keretakan serius, yang berpotensi memicu insiden lanjutan jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh pedagang maupun pengunjung lebih berhati-hati ketika beraktivitas di dalam pasar.

“Tembok atas itu sudah retak. Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada,” ucap Wahyu.

Sebagai langkah awal, Pemkot Malang telah meminta agar beberapa titik yang dinilai membahayakan segera ditangani sementara, sembari menunggu keputusan revitalisasi permanen. Wahyu juga berharap bantuan dari Bank Dunia dapat mempercepat pelaksanaan proyek, mengingat program tersebut masuk dalam skema dukungan infrastruktur perkotaan.

Pendekatan Humanis untuk Pedagang yang Menolak Relokasi

Salah satu tantangan terbesar revitalisasi pasar adalah penolakan dari sebagian pedagang yang merasa khawatir kehilangan lahan penghidupan. Namun, Wali Kota Wahyu memastikan bahwa pendekatan dialog dan sosialisasi akan terus dilakukan secara intensif agar mereka memahami urgensi penataan.

“Insyaallah tidak ada lagi masalah di lapangan. Kami lakukan pendekatan. Semoga insiden ini menyadarkan pentingnya memperhatikan keselamatan,” tegas Wahyu.

Pemkot pun telah menganggarkan dana relokasi melalui APBD untuk memastikan bahwa pedagang tidak akan terlantar atau merugi saat proses pembangunan berlangsung.

Diskopindag Peringatkan Area Rawan dan Siapkan Pembersihan

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan runtuh, terutama di lantai dua dan tiga. Papan peringatan telah dipasang dan Pedagang Kaki Lima (PKL) diimbau tidak berjualan di bawah area yang rawan ambruk.

“Kami sudah pasang papan peringatan di area berbahaya. Kami juga akan melakukan pembersihan besar-besaran, terutama di lantai atas,” jelas Eko.

Pembersihan mencakup dinding, lantai, dan tumpukan sampah, terutama di area yang kumuh dan rentan menimbulkan risiko tambahan. Namun, untuk saat ini Eko mengungkapkan Diskopindag belum menyiapkan lokasi alternatif bagi para pedagang terdampak.

Kebutuhan Mendesak: Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Salah seorang warga, Badrus menuturkan insiden itu menjadi alarm keras keselamatan publik tak boleh lagi dikorbankan demi menunda-nunda kebijakan. Pasar Besar, sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat Malang, tidak bisa dibiarkan menua dan rapuh tanpa kepastian. Butuh aksi nyata, bukan sekadar wacana atau formalitas anggaran.

“Warga menunggu, pedagang berharap, dan pemerintah kini berada di titik penentu: memulihkan Pasar Besar, sebelum tragedi berikutnya terjadi,” tukasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *