Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

PBNU Dukung Evakuasi Warga Gaza oleh Prabowo

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik dunia setelah mengumumkan rencana besar untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza, Palestina, ke Indonesia. Rencana kemanusiaan ini langsung mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, atau yang akrab disapa Gus Fahrur, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Prabowo. Ia menilai upaya evakuasi tersebut bukan hanya sebagai tindakan politis, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian terhadap korban kekejaman agresi militer Israel yang telah meluluhlantakkan Gaza.

“Kita sangat mendukung dan mengapresiasi upaya penuh Presiden Prabowo Subianto dalam membantu korban kejahatan agresi militer Israel di Gaza. Ini adalah tindakan tulus, mulia, dan membanggakan bagi kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Gus Fahrur kepada iKoneksi.com pada Kamis (10/4/2025).

Namun, di balik dukungannya, Gus Fahrur juga melontarkan catatan penting yang menyentuh sisi geopolitik kawasan Timur Tengah. Ia menyayangkan bahwa negara-negara Arab yang secara geografis dan budaya lebih dekat dengan Palestina belum menunjukkan langkah yang sebanding.

“Pernyataan Prabowo ini seharusnya menjadi cambuk bagi negara-negara Arab. Semestinya merekalah yang paling siap dan paling dekat untuk menerima warga Gaza,” ujarnya.

Menurut Gus Fahrur, membawa korban konflik ke Indonesia berarti menghadapi tantangan besar, mulai dari jarak geografis yang sangat jauh, hingga hambatan bahasa dan budaya. Meski Indonesia membuka pintu dengan penuh kasih, ia khawatir langkah ini justru berisiko mengasingkan warga Palestina dari tanah air mereka sendiri.

“Kalau ke Indonesia, mungkin terlalu jauh. Kendala perbedaan bahasa dan budaya cukup besar,” sebutnya.

Meski demikian, Gus Fahrur menegaskan dukungan terhadap Palestina bukanlah sesuatu yang bisa ditawar. Ia mendorong seluruh umat Muslim di dunia, termasuk negara-negara kaya di Timur Tengah, untuk lebih proaktif dalam memberikan tempat yang layak bagi para pengungsi. Ia juga mengingatkan agar penduduk Gaza tidak terusir secara permanen dari negaranya.

“Seluruh dunia harus satu kata menolak agresi militer Israel dan membantu negara Palestina merdeka. Jangan sampai mereka dievakuasi terlalu jauh, lalu tak bisa kembali ke tanah kelahirannya,” ucapnya tegas.

Prabowo sendiri telah menjelaskan secara rinci rencana evakuasi tersebut dalam keterangan persnya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Ia menyebut evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari gelombang pertama yang mencakup 1.000 orang, terdiri dari korban luka, anak-anak yatim piatu, dan warga yang mengalami trauma berat.

“Kami siap evakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu, siapa pun boleh. Pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait di situ ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap. Akan kami kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka,” tutur Prabowo.

Namun, Prabowo menegaskan proses evakuasi hanya akan dilaksanakan jika mendapat persetujuan dari semua pihak terkait, termasuk otoritas Palestina dan negara-negara yang memiliki peran penting dalam kawasan. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan warga Gaza di Indonesia hanya bersifat sementara. Setelah kondisi kesehatan mereka pulih dan situasi keamanan di Gaza membaik, mereka akan dikembalikan ke tanah kelahiran mereka.

“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Mereka di sini hanya sementara, sampai pulih sehat kembali. Saat situasi memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah asalnya,” jelas Prabowo.

Dalam waktu dekat, Prabowo akan melanjutkan diplomasi kemanusiaannya ke lima negara Timur Tengah: Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania. Kunjungan ini ditujukan untuk menggalang dukungan dan merancang koordinasi lebih lanjut mengenai evakuasi serta upaya perdamaian di Gaza. Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ini adalah bentuk komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Ini adalah sikap resmi Pemerintah Indonesia. Karena itu saya harus berkonsultasi langsung dengan para pemimpin kawasan untuk menunjukkan kesiapan kita membantu penyelesaian di Gaza,” sebut Prabowo.

Langkah Prabowo bukan hanya mencerminkan kepedulian kemanusiaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan. Dunia kini menanti bagaimana diplomasi Indonesia akan membawa harapan baru bagi warga Gaza yang hidup dalam bayang-bayang penderitaan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *