Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

PBNU Serukan Persatuan di Tengah Polemik Fuad Plered

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Ketegangan antara warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan polemik yang melibatkan Fuad Plered dan Habib Idrus bin Salim Aljufri alias Guru Tua memunculkan keresahan di kalangan umat Islam. Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdullah Latopada, mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga Nahdliyin, untuk tetap tenang dan menjaga persatuan. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak terprovokasi dan menyikapi masalah ini dengan kepala dingin, agar tidak terjadi perpecahan di kalangan umat Islam.

Polemik Bermula dari Usulan Gelar Pahlawan

Polemik ini bermula dari usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang dikenal sebagai Guru Tua dan pendiri Alkhairaat. Gelar tersebut muncul sebagai bentuk pengakuan terhadap perjuangan dan kontribusi beliau terhadap masyarakat, terutama di Sulawesi Tengah.

Namun, Fuad Riyadi, pengasuh Ponpes Roudlotul Fatihah yang lebih dikenal dengan nama Fuad Plered, merespons usulan tersebut dengan kritikan tajam. Fuad berpendapat pemberian gelar pahlawan kepada Guru Tua tidak memiliki dasar historis yang kuat dan tidak memperlihatkan kontribusi signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pernyataan ini tentu saja mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari kelompok yang mendukung Guru Tua sebagai sosok yang layak dihormati dan dihargai.

Imbauan PBNU untuk Menahan Diri

KH Abdullah Latopada menanggapi permasalahan ini dengan sangat hati-hati. Dalam keterangan yang disampaikan pada Senin, (14/4/2025), ia mengimbau umat Islam untuk tidak terprovokasi oleh perdebatan yang berkembang.

“Kami mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin, untuk tidak terprovokasi. Mari kita sikapi persoalan ini dengan kepala dingin,” kata Abdullah.

Ia menekankan dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi umat Islam untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi-narasi yang berpotensi memecah belah kesatuan umat. Polemik semacam ini, menurutnya, sebaiknya disikapi dengan bijak, tidak dengan reaksi emosional yang dapat memperburuk keadaan.

“Reaksi yang berlebihan terhadap penghinaan, meski sangat disayangkan, dapat merusak persaudaraan sesama Muslim,” sebutnya.

Menjaga Marwah Ulama dan Menunjukkan Akhlak Islam

Abdullah juga mengingatkan Guru Tua adalah sosok yang sangat dihormati oleh umat Islam, terutama oleh warga NU. Oleh karena itu, penting untuk menjaga marwah para ulama dan tidak membiarkan mereka dihina. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan akhlak yang baik. Dalam kesempatan ini, ia menyarankan agar niat baik untuk membela ulama tidak berubah menjadi sumber konflik yang merugikan umat Islam itu sendiri.

“Guru Tua adalah sosok yang dihormati, dan kita wajib menjaga marwah para ulama. Tetapi kita juga harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung akhlak dan kedamaian. Jangan sampai niat membela ulama justru mencederai ajaran Islam itu sendiri,” jelas Abdullah dengan tegas.

Pelajaran dari Polemik: Menguatkan Ukhuwah dan Menghindari Ujaran Kebencian

Abdullah mengingatkan perbedaan pendapat dan perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Namun, yang terpenting adalah bagaimana umat Islam menjaga ukhuwah (persaudaraan) dan memperlihatkan sikap saling menghormati, meskipun ada ketidaksepakatan.

“Mari kita jadikan ini momentum untuk memperkuat ukhuwah dan menahan diri dari ujaran kebencian,” ajaknya.

Ia menegaskan keberagaman dalam pandangan adalah bagian dari dinamika masyarakat, namun kita harus selalu berusaha untuk menjaga harmoni dan perdamaian di antara sesama umat Islam.

Menjaga Persatuan di Tengah Polemik

Polemik yang melibatkan Fuad Plered dan Guru Tua ini bisa menjadi ujian bagi umat Islam dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Imbauan dari Ketua PBNU, KH Abdullah Latopada, untuk tidak terprovokasi dan menyikapi masalah ini dengan bijak harus dijadikan pegangan.

“Agar persaudaraan antarumat tetap terjaga, penting untuk menahan diri, menghindari perpecahan, dan mengedepankan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kedamaian dan saling menghormati,” pungkas Abdullah. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *