google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pedagang Pasar Serbelawan Tolak Relokasi, Pemkab Simalungun Cari Solusi

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Simalungun, iKoneksi.com – Pemandangan dinding menghitam, atap yang runtuh, serta sisa-sisa lapak yang hangus masih terlihat jelas di Pasar Baru Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. Namun, di balik puing kebakaran yang melanda Senin (18/8/2025) sore itu, semangat para pedagang tidak ikut padam.

Hanya sepekan setelah insiden tersebut, ratusan pedagang kembali menggelar dagangan mereka di bawah tenda seadanya. Mereka memilih bertahan, meski kenyamanan jauh dari kata layak. Satu alasan menjadi pegangan: mereka tidak mau kehilangan pelanggan setia yang sudah terbiasa berbelanja di pasar ini.

Ikatan Erat Pedagang dan Pasar

B Saragih (32), seorang pedagang sayur-mayur, menjadi satu dari sekian banyak wajah tegar di tengah bencana ini. Lapaknya kini hanya menyisakan tumpukan arang dan besi yang menghitam. Namun, ia tetap mendirikan tenda darurat dan melanjutkan aktivitas berdagang.

“Pelanggan kami sudah tahu tempat ini. Mereka datang setiap hari untuk belanja. Kalau pindah, mereka bisa hilang,” katanya penuh keyakinan.

Bagi Saragih, pasar bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia menggambarkannya sebagai ruang hidup bersama, tempat komunitas terbentuk, dan di mana senyum maupun sapaan tulus menjadi bagian dari setiap transaksi. Karena itu, ia berharap pemerintah segera turun tangan agar kehidupan pasar bisa kembali normal.

“Kami hanya bisa mencari nafkah di sini. Kami mohon jangan dipindahkan. Tolong perbaiki agar kami bisa berjualan seperti dulu,” pintanya.

Pemerintah Kecamatan Hargai Aspirasi Pedagang

Sikap pedagang yang menolak relokasi ini bukan tanpa dasar. Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar bahkan mengakui hal itu merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Kami sudah duduk bersama, dan pedagang tidak ingin direlokasi,” kata Camat Dolok Batu Nanggar, Supardi.

Menurutnya, aspirasi itu sah-sah saja mengingat pasar telah menjadi pusat denyut ekonomi lokal. Sebagai langkah awal, pihak kecamatan bersama pedagang akan menggelar aksi bersih-bersih lokasi agar aktivitas perdagangan bisa berjalan kembali.

“Besok kami mulai kegiatan bersih-bersih. Harapannya pedagang bisa tetap berjualan di tempat yang sama,” jelas Supardi.

Strategi Pemulihan Pasar dari Pemkab

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan langkah strategis sedang dipersiapkan. Kepala Disperindag Simalungun, Eva Tambunan, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memulihkan aktivitas perdagangan.

“Kami sedang merancang strategi untuk mengoptimalkan kembali fungsi Pasar Serbelawan, bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tapi juga menata ulang agar lebih modern dan terorganisir,” jelas Eva.

Langkah pertama, Disperindag akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD untuk memberikan bantuan darurat. Setelah itu, fokus akan diarahkan pada perbaikan infrastruktur serta sistem keamanan, khususnya pencegahan kebakaran agar tragedi serupa tidak terulang.

“Kami akan memperbaiki infrastruktur, memastikan pasar lebih aman, dan merancang tata letak baru agar efisien serta nyaman bagi pedagang dan pembeli,” ungkap Eva.

Bantuan dan Pendataan Kerugian

Eva menyebut pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah pedagang terdampak serta jenis komoditas yang hilang. Data ini penting agar bantuan bisa tepat sasaran.

“Kerugian pedagang bervariasi, ada yang hanya kehilangan barang dagangan, ada juga yang lapaknya habis terbakar,” terangnya.

Disperindag tengah mengkaji skema bantuan terbaik. Opsi yang dipertimbangkan antara lain bantuan modal stimulan, bahan bangunan untuk perbaikan lapak, hingga pinjaman lunak berbunga rendah.

“Ini tantangan sekaligus peluang untuk membangun pasar yang lebih kuat dan modern, namun tetap menjadi pusat ekonomi masyarakat Serbelawan,” tegas Eva.

Harapan Baru Pasar Serbelawan

Meski kebakaran meninggalkan luka mendalam, Saragih mengungkapkan semangat pedagang untuk bertahan menunjukkan bahwa Pasar Serbelawan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi dan identitas komunitas lokal. Pemerintah kini berada di persimpangan: menata kembali pasar agar lebih baik tanpa memutus ikatan emosional pedagang dengan tempat yang sudah mereka anggap sebagai rumah kedua.

“Sementara itu, kami tetap berjuang dengan kondisi seadanya, berpegang pada keyakinan bahwa roda ekonomi tidak boleh berhenti. Harapan kami sederhana: bisa kembali berdagang di tempat yang sama, dengan lapak yang lebih aman, nyaman, dan layak huni,” tandas Saragih. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *