google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pemkot Malang Dukung Gerakan MMAC

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Taman Spiral Kota Malang yang biasanya terlihat tenang dan pasif mendadak berubah menjadi ruang seni digital penuh cahaya, suara, dan kreativitas, Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan bertajuk Road to Malang Menyala Spiral Immersive Activation sukses menyedot perhatian publik sekaligus menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Event yang digagas komunitas Malang Creative Fusion (MCF) itu menghadirkan pengalaman berbeda melalui pertunjukan immersive visual, projection mapping, ambient music, hingga eksplorasi artistik berbasis media arts di ruang publik Kota Malang.

Sekitar 50 peserta dari lintas komunitas, pemerintah, pegiat kreatif hingga tamu dari berbagai daerah ikut menyaksikan bagaimana ruang publik yang selama ini dianggap pasif disulap menjadi pusat kreativitas warga.

Pemerintah Kota Malang turut memberikan dukungan penuh terhadap gerakan kreatif tersebut. Apresiasi itu disampaikan Camat Klojen sekaligus Focal Point UNESCO Kota Malang, Willstar Sinaga, yang hadir mewakili Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

“Saya menyampaikan apresiasi dari Pak Wali untuk acara malam hari ini, untuk bisa mengaktifkan ruang-ruang pasif di Kota Malang. Beliau memberikan kesempatan aktivasi di ruang yang lebih besar lagi ke depannya dan kami di focal point akan mendampingi,” kata Willstar.

Kegiatan ini dinilai Willstar bukan sekadar hiburan visual semata, tetapi menjadi simbol bagaimana kreativitas dapat mengubah wajah kota dan menghidupkan kembali ruang publik yang selama ini minim aktivitas.

Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, menegaskan gerakan Road to Malang Menyala merupakan prototype aktivasi ruang kota berbasis kreativitas masyarakat.

“Hari ini kita belajar bahwa kota punya banyak passive space yang sebenarnya bisa dihidupkan. Taman kota, sudut jalan, ruang publik, semuanya punya potensi menjadi ruang interaksi kreatif masyarakat,” katanya.

Dadik menyebut konsep ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kreatif berbasis media arts di Kota Malang. Ia ingin ruang-ruang publik tidak lagi hanya menjadi tempat lewat, tetapi mampu menjadi titik interaksi kreatif warga dan komunitas.

“Kita ingin ruang-ruang yang selama ini pasif mulai menyala oleh kreativitas warga dan komunitas,” tegasnya.

MCF bahkan menargetkan agenda Malang Menyala akan digelar lebih besar dan massif pada Juni mendatang di sejumlah titik strategis Kota Malang. Menurut Dadik, potensi Kota Malang sebagai kota kreatif sangat besar karena ditopang komunitas seni, teknologi, budaya, hingga ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Dukungan juga datang dari Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief. Ia menilai aktivasi ruang publik berbasis media arts menjadi langkah penting untuk memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota kreatif dunia.

“Aktivasi ruang publik seperti ini penting untuk memperlihatkan bahwa kreativitas bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Malang memiliki energi komunitas yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif berbasis media arts,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni digital, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran komunitas baru bernama Malang Media Arts Community (MMAC).

“Komunitas ini akan menjadi ruang kolaborasi para pelaku media arts, immersive art, projection mapping, multimedia, hingga eksplorasi seni digital berbasis ruang publik di Kota Malang,” ungkap Vicky.

Kehadiran MMAC diharapkan Willstar mampu memperkuat posisi Kota Malang sebagai pusat kreativitas digital dan media arts di Indonesia.

Acara itu turut dihadiri berbagai elemen, mulai dari Focal Point UNESCO Kota Malang, anggota DPRD, perangkat daerah, pegiat budaya, komunitas kreatif hingga peserta dari luar daerah seperti Bali, Ternate, Kendari, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

“Atmosfer malam di Taman Spiral pun berubah total. Cahaya visual digital berpadu dengan musik ambient menciptakan pengalaman artistik yang berbeda bagi pengunjung. Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa ruang publik tidak harus selalu monoton. Dengan sentuhan kreativitas dan kolaborasi komunitas, ruang kota bisa menjadi pusat interaksi baru yang hidup, inklusif, dan membanggakan,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *