Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Perkuat Ekosistem UMKM, Menko Pemberdayaan Masyarakat Luncurkan Perintis Berdaya Connect di Kota Batu

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, IKoneksi.com — Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui penguatan ekosistem kolaboratif di daerah. Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, yang secara resmi meluncurkan program Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).

Program PBC hadir sebagai wadah integrasi strategis yang menyambungkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor ekonomi kreatif, serta koperasi dengan beragam fasilitas pemerintah, mitra bisnis, dan layanan pendukung ekosistem usaha.

Dalam sambutannya, Muhaimin menegaskan pentingnya konsistensi transformasi ekosistem guna memacu daya saing kawasan. Ia meyakini keberadaan PBC mampu menjadikan Kota Batu sebagai tolok ukur pemberdayaan ekonomi tingkat nasional.

“Saya sangat berharap Perintis Berdaya Connect Batu ini menjadi gerakan transformasi ekosistem usaha yang menopang pertumbuhan pelaku ekonomi di Kota Batu dan sekitarnya. Kami yakin dengan ekosistem yang kondusif, program ini akan membawa Kota Batu tampil unggul dibanding daerah lainnya di Indonesia,” tutur Muhaimin.

Untuk mengoptimalkan jangkauan operasionalnya, PBC Batu menjalin kemitraan erat dengan sejumlah lembaga lokal dan regional, antara lain Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Kota Batu, Batu Creative Hub, Komite Ekonomi Kreatif Batu, serta Rumah BUMN Malang. Skema kolaborasi ini dirancang secara terbuka agar dapat terus menyesuaikan diri dengan potensi serta dinamika kebutuhan kawasan.

Replikasi model kerja PBC ini merujuk pada keberhasilan program serupa yang sebelumnya telah diterapkan di Kota Bandung. Konsep tersebut diusung untuk memperluas aksesibilitas pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih terintegrasi dan responsif terhadap kendala di lapangan.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan bahwa PBC tidak berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik atau program baru yang tumpang-tindih, melainkan pada optimalisasi layanan yang berdampak langsung bagi pelaku usaha.

“Implementasi ini diwujudkan melalui intervensi yang menyentuh kebutuhan inti para pemangku kepentingan,” jelas Leontinus.

Hal tersebut dibuktikan dalam rangkaian peluncuran PBC Batu yang diisi dengan agenda strategis, seperti lokakarya kepastian hukum dan skema perpajakan final bagi UMKM dan koperasi. Selain itu, digelar pula sesi inventarisasi kendala perizinan usaha, khususnya pengurusan izin Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan BPOM.

Guna memperluas jangkauan pasar, PBC Batu turut menghadirkan bazar kuliner dan produk lokal yang melibatkan 16 stan UMKM binaan Kota Batu serta 4 stan binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Agenda ini dirancang untuk membuka peluang jejaring bisnis baru antara produsen lokal dan calon mitra strategis.

Melalui pendekatan terpadu ini, pemerintah berkomitmen menjahit berbagai program pemberdayaan yang selama ini berjalan secara parsial. PBC diharapkan mampu mendekatkan peran negara dalam merespons kebutuhan riil masyarakat serta mendorong UMKM lokal agar tangguh dan naik kelas.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *