google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warga Jateng Soroti Kinerja Ahmad Luthfi, Nama Ganjar Pranowo Kembali Disebut

  • Bagikan
banner 468x60

Jawa Tengah, iKoneksi.com — Sejumlah warga Jawa Tengah mulai menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi. Keluhan yang disampaikan mencakup pelayanan pemerintah hingga kondisi infrastruktur jalan.

Di tengah kritik tersebut, nama mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali muncul. Sejumlah warga bahkan mengaku merindukan gaya kepemimpinan Ganjar dan menilai program pembangunan pada masa sebelumnya lebih terasa di tengah masyarakat.

Keluhan itu datang dari warga di sejumlah daerah, mulai Semarang, Sragen hingga Jepara. Mereka berharap pemerintah provinsi lebih banyak menghadirkan kebijakan yang dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Warga Semarang Keluhkan Pelayanan dan Jalan

Cokro Kusuma, warga asal Semarang, menilai kondisi Jawa Tengah saat ini memerlukan perhatian lebih serius. Ia mengeluhkan pelayanan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menurutnya belum maksimal. Selain pelayanan publik, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi sorotan.

Menurut Cokro, persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Keluhan serupa disampaikan Rafif Wahyu, warga Sragen. Ia mempertanyakan gebrakan baru Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama Ahmad Luthfi menjabat sebagai gubernur.

Rafif membandingkan kondisi tersebut dengan periode ketika Ganjar Pranowo memimpin Jawa Tengah.

“Dulu masa Pak Ganjar perbaikan infrastruktur seperti jalan masih dirasakan, saat ini sepertinya sudah enggak ada lagi,” ujar Rafif.

Warga Jepara Singgung Program Ganjar

Sementara itu, Joko, warga Jepara, juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Ahmad Luthfi. Ia mengaku kecewa karena menilai kebijakan pemerintah saat ini belum cukup terasa manfaatnya bagi masyarakat. Joko bahkan menilai pemerintah seharusnya lebih sering turun langsung melihat persoalan di lapangan.

Ia kemudian mengingat sejumlah program yang menurutnya pernah dirasakan masyarakat ketika Ganjar masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, khususnya dalam bidang pendidikan. Menurut Joko, pada masa tersebut perhatian terhadap sekolah dinilai lebih terlihat, mulai dari bantuan pakaian, alat tulis hingga perbaikan fasilitas sekolah.

“Sekarang saya melihat tidak ada dan hanya sibuk pencitraan di media sosial,” kata Joko.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi warga dan belum disertai data pembanding mengenai capaian program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah Ahmad Luthfi.

Nama Ganjar Kembali Mengemuka

Rangkaian keluhan tersebut membuat nama Ganjar Pranowo kembali disebut warga. Mereka menginginkan agar pemerintah saat ini mengevaluasi kebijakan dan memperkuat program yang dampaknya dapat dirasakan secara langsung. Dorongan tersebut juga muncul dalam bentuk wacana agar Ganjar kembali memimpin Jawa Tengah. Bahkan, terdapat warga yang secara bernada satire mengusulkan “tukar tambah” dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Namun, keinginan tersebut sejauh ini merupakan aspirasi dan penilaian warga, bukan keputusan politik maupun kebijakan resmi. Kritik yang muncul menunjukkan adanya ekspektasi masyarakat agar pemerintah provinsi lebih responsif terhadap persoalan pelayanan publik, infrastruktur dan pendidikan. Di sisi lain, evaluasi terhadap kinerja pemerintah idealnya tetap didasarkan pada data, capaian program dan indikator pelayanan publik yang terukur.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *