google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PLN Bersihkan Sungai Mantoro, 1,5 Ton Sampah Diangkat dalam Aksi Bersih Lingkungan di Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih sungai di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Kamis (12/6/2025). Kegiatan bertajuk Clean Up Sungai Mantoro ini merupakan bagian dari program Zero Waste Warriors yang digagas PLN, sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menekan jumlah timbulan sampah dan menciptakan lingkungan berkelanjutan.

Aksi bersih sungai tersebut melibatkan sekitar 300 orang relawan, yang terdiri dari Volunteers PLN UIT JBM, PLN UPT Malang, anggota TNI-Polri, jajaran Pemda Kabupaten Malang, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Perum Jasa Tirta, BPBD, kelompok Srikandi PLN, sejumlah komunitas pecinta lingkungan, pelajar dari sekolah sekitar, serta warga masyarakat Desa Sitirejo.

General Manager PLN UIT JBM, Handy Wihartady, menyampaikan bahwa kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini sudah menjadi agenda rutin PLN sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Kami percaya keberlangsungan hidup masyarakat tidak bisa lepas dari kelestarian lingkungan. Karena itu, selain fokus menyediakan listrik bagi negeri, PLN juga konsisten menjalankan program-program lingkungan yang nyata manfaatnya bagi masyarakat sekitar,” ungkap Handy.

Handy menyebutkan hasil dari aksi bersih tersebut tak main-main. Sebanyak 1,5 ton sampah berhasil dikumpulkan, terdiri atas 900 kilogram sampah organik dan 600 kilogram sampah nonorganik. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah untuk dikelola secara bertanggung jawab. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang akan menangani pengolahan sampah organik, sementara botol plastik dan sampah residu plastik akan dikelola oleh Bank Sampah Guyub Rukun Sitirejo.

“Tak hanya bersih-bersih, PLN juga menggelar workshop edukatif tentang eco enzyme dan daur ulang sampah untuk 100 siswa SMPN 1 Wagir. Dalam sesi ini, para pelajar dibimbing langsung membuat eco enzyme dari bahan-bahan organik seperti kulit nanas dan pepaya, serta memanfaatkan kertas dan plastik bekas menjadi kerajinan tangan. Kegiatan ini dirancang agar generasi muda lebih peduli terhadap isu lingkungan sejak dini,” jelasnya.

Kawasan Sungai Mantoro sendiri dikatakan Handy merupakan salah satu anak Sungai Brantas yang selama ini kerap terdampak banjir saat musim hujan akibat penumpukan sampah. Dengan adanya aksi bersih-bersih dan edukasi kepada masyarakat, PLN berharap upaya ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan banjir, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami ingin gerakan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Harapannya, masyarakat bisa melanjutkan dan menjaga hasil dari kegiatan ini. Sungai bukan tempat sampah, tapi sumber kehidupan,” jelas Handy.

“Langkah nyata PLN bersama lintas elemen masyarakat ini kembali menegaskan membangun negeri tak hanya lewat jaringan listrik, tetapi juga dengan membangun kesadaran ekologis untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *