google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Polres Simalungun Gencarkan Hunting System Tekan Laka Lantas

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Simalungun, iKoneksi.com — Polres Simalungun tak tinggal diam melihat tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal. Sebagai langkah tegas dan preventif, Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun kini menggelar razia dengan metode hunting system yang menyasar langsung pelanggar kasat mata di jalan raya. Fokus utama razia kali ini adalah pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, pengemudi truk yang mengangkut muatan berlebih (overload), serta pengguna jalan yang tidak menaati aturan lalu lintas.

Razia dengan metode hunting system ini dilaksanakan di berbagai titik rawan pelanggaran di wilayah Kabupaten Simalungun. Tidak seperti razia statis yang mengandalkan satu lokasi, hunting system memungkinkan petugas patroli untuk bergerak dinamis, menghentikan pelanggar lalu lintas secara langsung di lokasi kejadian.

Fokus Pelanggaran: Helm, Truk Overload, dan Disiplin Berkendara

Saat ditemui iKoneksi.com di pos lantas Serbelawan Kamis (8/5/2025), Kanit Patroli Lantas Polres Simalungun, IPDA Masa Sebayang, menegaskan penindakan dilakukan bukan semata-mata untuk memberi efek jera, tetapi sebagai bentuk edukasi dan pencegahan kecelakaan yang lebih luas.

“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan itu yang utama. Banyak pengendara motor yang masih enggan menggunakan helm, padahal ini menyangkut nyawa,” katanya.

Selain helm, Masa menuturkan kendaraan berat seperti truk dan fuso yang membawa muatan melebihi kapasitas juga menjadi sorotan utama.

‘Truk overload tidak hanya berisiko mengalami kecelakaan, tetapi juga merusak jalan serta mengganggu pengendara lain karena sering melaju lambat di jalur padat,” sebut Masa.

Tindakan Tegas di Tempat, Tanpa Kompromi

Dalam pelaksanaan razia, belasan pengendara langsung diberhentikan dan ditindak karena terbukti melanggar aturan. Tidak hanya itu, pengemudi truk yang kedapatan membawa muatan melebihi kapasitas ditilang dan diarahkan untuk menurunkan muatan agar dapat melanjutkan perjalanan.

“Penindakan kami lakukan secara tegas di tempat. Tidak ada toleransi bagi pelanggar, baik roda dua maupun kendaraan berat. Tujuan kami adalah menekan potensi laka lantas sejak dini,” tegas Masa.

Ia menambahkan, metode hunting system dinilai lebih efektif karena bersifat mobile dan tidak memberikan ruang bagi pelanggar untuk menghindar seperti saat razia stasioner biasa.

Respons Masyarakat Beragam, Edukasi Tetap Dilakukan

Operasi ini mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian pengendara mengaku kaget dengan kehadiran petugas yang mendadak muncul di titik tertentu. Namun, sebagian besar mendukung langkah ini karena dinilai bisa membuat pengguna jalan lebih disiplin.

“Operasi ini bukan semata-mata mencari pelanggar, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama,” jelas Masa.

Komitmen Berkelanjutan Tekan Angka Kecelakaan

Operasi hunting system ini ditekankan Masa merupakan bagian dari program Polres Simalungun dalam rangka menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data terakhir, pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di wilayah Simalungun mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada jam-jam sibuk dan akhir pekan.

“Kami tidak akan berhenti. Kegiatan seperti ini akan terus kami gelar secara rutin dan mendadak. Jalan yang aman adalah hasil dari kepatuhan bersama,” tegas Masa.

“Dengan langkah tegas ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas masyarakat Simalungun semakin meningkat. Karena keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab setiap pengguna jalan,” pungkas Masa. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *