google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pria Penggiling Bakso di Kota Pematangsiantar Tewas Gantung Diri di Kontrakan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com — Warga Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria yang tergantung di dalam rumah kontrakannya pada Selasa pagi, (6/5/2025). Pria tersebut diketahui bernama Wira Gunawan, berusia 42 tahun, yang sehari-hari dikenal sebagai penggiling bakso di Pasar Parluasan. Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan Angkola Gang Kresek, dan meninggalkan duka serta tanda tanya bagi warga sekitar.

Ditemukan Tak Bernyawa oleh Pemilik Kontrakan

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh pemilik rumah kontrakan yang didiami Wira. Ia datang ke rumah korban dengan maksud untuk menagih uang sewa bulanan. Namun, saat tiba di lokasi, ia curiga karena beberapa kali memanggil Wira tidak mendapatkan jawaban. Setelah mencoba mendorong pintu dan ternyata tidak terkunci, pemilik rumah pun memberanikan diri masuk. Betapa terkejutnya ia saat menemukan tubuh Wira Gunawan sudah tergantung kaku di ruang tamu rumah kontrakan tersebut. Panik dan terguncang, ia segera memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Petugas dari Polsek Siantar Utara langsung datang ke lokasi bersama tim medis untuk melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan kuat dugaan bahwa kematian Wira murni karena bunuh diri,” katanya saat ditemui iKoneksi.com dilokasi, Selasa (6/5/2025).

Dugaan Depresi Pasca Perpisahan

Kematian tragis Wira Gunawan menyisakan kesedihan bagi rekan-rekannya. Salah satu yang cukup terpukul adalah Risma, rekan kerja Wira di lapak penggilingan bakso Pasar Parluasan. Menurut Risma, sejak bercerai dengan istrinya beberapa waktu lalu, Wira mulai menunjukkan perubahan sikap yang drastis.

“Sejak pisah sama istrinya, dia terlihat beda. Lebih sering melamun, murung, dan jarang bercanda seperti biasanya. Kami semua khawatir, tapi nggak nyangka sampai begini,” ujar Risma dengan mata berkaca-kaca.

Risma menambahkan, Wira memiliki seorang anak yang juga bekerja sebagai penggiling bakso di tempat yang sama. Sementara itu, sang mantan istri diketahui sudah pindah dan tinggal di Pekanbaru.

“Menurut beberapa teman dekat, Wira sangat terpukul dengan perpisahan tersebut, terutama karena harus berpisah jauh dari keluarganya,” jelas Risma.

Polisi Lakukan Pemeriksaan, Tidak Ada Tanda Kekerasan

Kapolsek Siantar Utara, melalui Kanit Reskrim yang memimpin olah TKP, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi kekerasan atau keterlibatan pihak ketiga. Semua barang-barang milik korban masih utuh, tidak ada kerusakan di rumah, dan kondisi jenazah mendukung dugaan bunuh diri.

“Dugaan sementara adalah korban mengalami depresi berat, dan memilih mengakhiri hidupnya. Namun kami tetap akan mendalami lebih lanjut sambil menunggu hasil visum dan keterangan dari pihak keluarga,” ujarnya.

Jenazah Wira kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Potret Masalah Mental yang Sering Terabaikan

Kematian Wira Gunawan menjadi alarm keras bagi masyarakat luas mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Depresi bukanlah hal sepele, dan bisa menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial maupun pekerjaan. Sering kali, penderita menyembunyikan kondisinya karena takut dicap lemah atau karena tidak memiliki tempat untuk bercerita.

“Dalam kasus Wira, kepergian sang istri dan tekanan ekonomi diduga menjadi pemicu utama memburuknya kondisi psikologisnya. Wira tetap menjalani rutinitas sebagai tukang giling bakso, namun beban batin yang ia tanggung tidak pernah benar-benar dibagikan,” ungkap Risma.

Harapan Akan Perhatian dan Aksi Nyata

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kepekaan sosial dan dukungan komunitas. Pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap isu kesehatan mental, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah yang seringkali menghadapi tekanan berat tanpa akses pada layanan psikologis.

“Kisah Wira Gunawan harus menjadi pelajaran berharga di balik senyapnya kontrakan kecil, bisa tersimpan cerita duka yang mendalam. Dukungan dari orang-orang terdekat, ruang bercerita yang aman, serta akses terhadap bantuan profesional bisa jadi kunci pencegahan tragedi serupa di masa mendatang,” tutup Risma. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *