google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Produk UMKM Kota Malang Curi Perhatian di ICE Surabaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com — Beragam produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Malang berhasil menyedot perhatian publik dalam ajang bergengsi Indonesia City Expo (ICE) ke-21, yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025, dan dibuka secara resmi pada Kamis (8/5/2025).

Sorotan Nasional untuk Produk Lokal

Dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (10/5/2025) tersebut, booth Kota Malang menjadi salah satu magnet utama bagi para pengunjung. Ragam produk khas mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner unggulan tampil mencolok dan memikat. Nama-nama seperti Soendari Batik and Art, RF. Fashion, Eva Unique Accessories, Catalis Decoration, hingga Keripik Tempe Rohani dari Komunitas Mbois Malang Raya turut dipamerkan dalam kemasan yang atraktif dan memikat.

Tak hanya menjual produk, booth Kota Malang juga menghadirkan pengalaman interaktif. Salah satunya adalah sesi membatik bersama Soendari Batik and Art, yang memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat warisan budaya lokal dalam balutan aktivitas kreatif.

Harapan Wali Kota: UMKM Naik Kelas

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut mendampingi pelaku UMKM di lokasi ICE, menyampaikan harapannya agar event ini menjadi gerbang pembuka peluang baru bagi UMKM lokal untuk naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

“Saya harap keikutsertaan pelaku UMKM Kota Malang di ICE ini bisa memperluas jaringan, membuka kerja sama lintas daerah, bahkan menarik minat investor. Ini sejalan dengan semangat Dasa Bakti Ngalam Laris, untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” tegas Wahyu.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Kota Wisata dan Kuliner

Tidak hanya memperkenalkan produk, Pemkot Malang juga menjadikan ajang ICE ini sebagai media promosi wisata. Melalui slogan Ngalam Asyik, pemerintah kota menargetkan Kota Malang sebagai destinasi utama wisata dan kuliner di Jawa Timur, bahkan Indonesia.

“Perputaran ekonomi dari sektor pariwisata dan kuliner sangat besar. Maka dari itu, promosi destinasi wisata dan kuliner menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi lokal. Tujuan akhirnya tentu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Wahyu.

Dalam booth tersebut, sejumlah destinasi wisata andalan seperti Kayutangan Heritage, Kampung Warna-Warni Jodipan, hingga potensi ekowisata di sekitar lereng Gunung Bromo, turut diperkenalkan melalui materi visual dan digital interaktif.

Pelaku UMKM Semakin Termotivasi

Chrisnawati Evayana, salah satu pelaku UMKM dari Kota Malang yang turut hadir, mengaku bangga bisa mewakili daerahnya di panggung nasional. Ia menilai ajang seperti ICE sangat strategis dalam membangun motivasi dan memperluas eksposur bagi pelaku usaha kecil.

“Kami melalui proses kurasi yang ketat sebelum bisa tampil di sini. Rasanya bangga sekali ketika produk kami bisa diterima dan bahkan laris dibeli pengunjung. Harapannya makin banyak UMKM Kota Malang yang percaya diri tampil dan menonjolkan ciri khasnya,” ungkapnya.

Chrisnawati menambahkan interaksi langsung dengan pengunjung memberi wawasan baru dalam membaca tren pasar dan memperbaiki strategi pemasaran produk.

Komitmen Berkelanjutan Pemkot Malang

Wahyu mengungkapkan Pemkot Malang sendiri tidak hanya mengandalkan ajang nasional seperti ICE. Dalam berbagai kesempatan, baik di level lokal, nasional, hingga internasional, Kota Malang konsisten mengusung produk UMKM unggulannya dalam berbagai gelaran pameran dan promosi. Komitmen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing ekonomi rakyat berbasis potensi lokal.

“ICE 2025 menjadi bukti Kota Malang tak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi tampil memikat dengan identitas kuat, inovasi produk, dan semangat kolaboratif yang kian matang. Dari produk fesyen hingga kuliner khas, Kota Malang menunjukkan bahwa UMKM lokal siap menembus pasar lebih luas dan berkontribusi nyata dalam geliat ekonomi nasional. Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, Kota Malang menunjukkan kesiapan penuh menjadi pemain utama dalam ekosistem UMKM Indonesia yang lebih tangguh, kreatif, dan berkelanjutan,” tutup Wahyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *