google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Proyek MRT Jakarta–Tangsel Segera Dibangun, Dua Jalur Alternatif Dikaji Serius

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tangerang Selatan, iKoneksi.com — Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang akan menghubungkan Jakarta Selatan dengan wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) kini memasuki tahap finalisasi perencanaan. Pemerintah Kota Tangsel memastikan proyek ini akan segera direalisasikan, seiring statusnya sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan proyek MRT ini ditargetkan rampung dalam periode RPJMN saat ini. Jalur yang disiapkan akan menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hingga kawasan Rawa Buntu atau Serpong di Tangerang Selatan.

“Pemerintah pusat menargetkan pembangunan MRT dari Lebak Bulus menuju Rawa Buntu atau Serpong selesai dalam periode RPJMN saat ini,” kata Pilar kepada iKoneksi.com, Jumat (20/6/2025).

Proyek ini menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar dan terpenting yang akan menghubungkan ibu kota dengan daerah penyangga yang mengalami pertumbuhan pesat, seperti Tangsel. Dengan kecepatan urbanisasi dan padatnya lalu lintas harian warga yang bepergian ke Jakarta, MRT dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk kemacetan dan mobilitas masyarakat.

Hingga kini, PT MRT Jakarta, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedang menuntaskan studi kelayakan terhadap dua jalur alternatif yang akan digunakan. Trase pertama merupakan rute lama yang dirancang melalui Pondok Cabe, Ciputat, hingga Serpong, sementara opsi kedua adalah jalur baru yang melintasi Pondok Aren hingga Serpong.

“PT MRT sedang menghitung mana rute yang paling memungkinkan untuk segera dibangun. Penentuan ini dilihat dari aspek teknis maupun efisiensi anggaran,” jelas Pilar.

Selain kajian teknis, proses ini juga membutuhkan koordinasi lintas daerah yang intensif. Pilar menambahkan bahwa komunikasi antara Gubernur Banten dan Gubernur DKI Jakarta terus dilakukan secara aktif. Keduanya, bersama PT MRT Jakarta, berupaya menyelaraskan kepentingan wilayah masing-masing agar proyek dapat berjalan lancar tanpa hambatan administratif maupun politis.

“Koordinasi lintas daerah terus berjalan. Gubernur DKI dan Banten sangat intens berkomunikasi. Ini penting untuk sinkronisasi kebijakan,” ucap Pilar.

Pemerintah Kota Tangsel, dalam hal ini, berada dalam posisi menunggu keputusan final dari provinsi dan pelaksana teknis terkait waktu pelaksanaan. Pilar berharap keputusan resmi terkait trase dan jadwal pembangunan dapat diumumkan dalam waktu dekat, mengingat urgensi proyek ini bagi warga Tangsel.

“Pemkot siap mendukung penuh dan kami menunggu arahan resmi untuk tahap eksekusi. Mudah-mudahan segera ada keputusan resmi,” ujarnya.

Proyek MRT Jakarta–Tangsel ini tidak hanya diharapkan menjadi solusi atas masalah kemacetan yang kronis, tetapi juga pemicu pertumbuhan ekonomi kawasan. Kehadiran MRT akan berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh, peningkatan nilai properti, serta pergerakan sektor usaha dan jasa yang selama ini bergantung pada kelancaran mobilitas masyarakat.

“Dengan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan, harapan masyarakat Tangerang Selatan terhadap sistem transportasi modern yang aman, cepat, dan ramah lingkungan tampaknya tinggal menunggu waktu. Pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana proyek kini dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk memastikan MRT Jakarta–Tangsel benar-benar hadir sebagai solusi nyata, bukan sekadar wacana di atas kertas,” pungkas Pilar. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *