google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ratusan ASN Dilatih Kuasai AI, Pemerintah Pacu Lompatan Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Langkah berani diambil pemerintah untuk mempercepat reformasi birokrasi di era digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam program pelatihan bertajuk “Next-Gen ASN: Leading with AI”, yang menyasar ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di seluruh Indonesia.

Program ini tidak sekadar pelatihan teknologi, tetapi merupakan upaya strategis pemerintah mempersiapkan birokrasi masa depan yang adaptif, cerdas, dan mampu bersaing di tengah revolusi kecerdasan artifisial (AI).

ASN Muda Jadi Garda Depan Transformasi Digital

Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto, dalam keterangan tertulis yang diterima Ahad (5/10/2025), menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi ASN. Ia menyebutkan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci keberhasilan reformasi pelayanan publik di tengah percepatan transformasi digital.

“Dalam mempercepat reformasi pelayanan publik, SDM menjadi faktor utama. Karena itu, kami menggandeng Indosat untuk membekali ASN dengan keterampilan teknologi terkini,” kata Boni.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan langkah konkret untuk mencetak birokrat digital-native yang memahami penerapan AI dan Big Data dalam kebijakan dan pelayanan masyarakat.

Mendukung Visi Indonesia Emas 2045

Program ini diucapkan Boni sejalan dengan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045, yang menempatkan transformasi digital sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Pemerintah berkomitmen menciptakan smart government yang efisien, transparan, dan akuntabel.

Pelatihan “Next-Gen ASN: Leading with AI” menjadi bagian dari strategi besar Komdigi untuk memperkuat infrastruktur manusia digital (digital human capital) di sektor publik.

“Teknologi AI dan Big Data bukan hanya alat, tapi sudah menjadi jantung pengambilan keputusan modern. ASN harus siap beradaptasi, bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator dalam pelayanan publik,” tegas Boni.

Melalui pelatihan ini, ASN diharapkan Boni mampu memanfaatkan AI untuk efisiensi kerja, seperti otomatisasi dokumen, analisis data kebijakan, hingga prediksi kebutuhan publik di berbagai sektor.

Sinergi Pemerintah dan Swasta

Sementara itu, Chief Legal and Regulatory Officer IOH, Reski Damayanti, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kemitraan strategis antara sektor publik dan swasta dalam mempercepat transformasi digital Indonesia.

“Kesiapan aparatur negara memanfaatkan AI akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia dalam transformasi digital global,” ujar Reski.

IOH, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, berkomitmen mendukung pemerintah menyiapkan ASN unggul di era digital. Melalui inisiatif ini, perusahaan berkontribusi menghadirkan solusi teknologi, infrastruktur, dan ekosistem pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan birokrasi modern.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kolaborasi seperti ini akan mempercepat munculnya ASN yang bukan hanya responsif, tapi juga proaktif menghadapi tantangan masa depan,” terangnya.

Menuju Birokrasi Adaptif dan Berorientasi Data

Kementerian Komdigi menilai peran ASN di masa depan tidak lagi sebatas pelaksana kebijakan, melainkan penggerak inovasi berbasis data. Dengan memahami kecerdasan buatan, ASN diharapkan mampu membaca tren, mengantisipasi persoalan publik, dan menawarkan solusi berbasis bukti.

“Transformasi ini juga diyakini akan mempercepat pencapaian target reformasi birokrasi tematik, di mana pelayanan publik diarahkan untuk lebih cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat,” lugas Boni.

Boni membeberkan selain materi dasar AI, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait etika digital, keamanan data, serta pengambilan keputusan berbasis algoritma yang bertanggung jawab. Hal ini penting agar teknologi digunakan dengan prinsip kehati-hatian dan berorientasi pada kepentingan publik.

Langkah Awal Menuju ASN Digital Unggul

Pelatihan ini ditekankan Boni menjadi tonggak awal perubahan mindset ASN muda di Indonesia. Mereka tidak lagi diposisikan sebagai pelaksana administratif semata, tetapi sebagai aktor utama dalam transformasi digital pemerintahan.

“Kementerian Komdigi menargetkan agar ke depan, pelatihan serupa dapat diperluas ke berbagai instansi pemerintah daerah. Dengan begitu, kesenjangan digital antarwilayah bisa ditekan, dan pelayanan publik di seluruh Indonesia dapat berjalan dengan standar yang sama cepat, transparan, dan berbasis teknologi,” ungkapnya.

Langkah ini sekaligus menandai era baru di mana AI tidak lagi dianggap ancaman bagi birokrasi, melainkan alat untuk memperkuat daya saing bangsa.

“Kita ingin mencetak ASN yang bukan hanya melek teknologi, tapi juga memimpin dengan teknologi,” tutup Boni. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *