google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Reses Agoes Marhaenta Banjir Aspirasi, Keamanan Lingkungan Jadi Keluhan Utama Warga

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Agoes Marhaenta, memanfaatkan masa reses untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi, tugas, dan kewenangan DPRD, sekaligus menjelaskan mekanisme program Pokok Pikiran (Pokir) sebagai jalur penyaluran aspirasi warga.

Kegiatan yang berlangsung di Ocean Garden, Selasa (7/7/2026), tersebut dikemas dalam dialog interaktif bersama warga. Berbeda dari reses pada umumnya yang menghadirkan peserta dalam jumlah besar, Agoes sengaja membatasi peserta sekitar 25 orang yang berasal dari satu lingkungan RW, terdiri dari Ketua RW, para Ketua RT, serta perwakilan masyarakat setempat.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pendekatan dalam skala kecil dipilih agar komunikasi dengan warga lebih efektif dan aspirasi yang disampaikan dapat digali secara lebih mendalam.

“Lokasi ini berada di lingkungan tempat tinggal saya sendiri, sehingga saya lebih mudah menjangkau warga sekaligus memahami secara langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari,” kata Agoes.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan lingkungan menjadi perhatian warga. Salah satu usulan yang mencuat adalah kebutuhan pembangunan atau perbaikan pos satpam untuk meningkatkan keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung untuk menangani pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Keluhan lain yang disampaikan berkaitan dengan kebutuhan penambahan penerangan lingkungan serta pemangkasan pohon yang dinilai sudah terlalu rimbun dan mengganggu aktivitas warga. Menanggapi berbagai masukan tersebut, Agoes menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diinventarisasi untuk selanjutnya diajukan melalui mekanisme Pokir DPRD Kota Malang.

“Nantinya seluruh usulan akan kami masukkan dalam Pokok Pikiran DPRD agar dapat diprioritaskan dalam program pembangunan pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap dia.

Ia menilai persoalan mesin jigshaw untuk pemangkasan pohon menjadi salah satu isu yang cukup penting, terutama di kawasan permukiman. Selain berdampak pada kenyamanan, kondisi pohon yang tidak terawat juga berpotensi mengancam keselamatan warga saat terjadi cuaca ekstrem.

“Di lingkungan perumahan, persoalan pohon sering kali berkaitan langsung dengan keamanan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, usulan seperti ini perlu segera ditindaklanjuti melalui program pemerintah,” tegasnya.

Agoes memastikan dirinya akan memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan warga. Namun demikian, realisasi program tetap harus menyesuaikan skala prioritas pembangunan dan kemampuan anggaran daerah. Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungannya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian warga terhadap kemajuan wilayah tempat tinggal mereka.

“Saya senang jika masyarakat aktif menyampaikan usulan. Itu menandakan kepedulian terhadap lingkungan semakin baik. Sebagai anggota DPRD yang dipilih rakyat dan kader PDI Perjuangan yang selalu diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik, saya akan berupaya agar usulan-usulan tersebut bisa direalisasikan pemerintah,” sebut dia.

Meski demikian, ia meminta masyarakat bersabar karena setiap usulan harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran sebelum dapat diwujudkan.

“Yang penting masyarakat tetap mengawal dan bersabar. Mudah-mudahan satu per satu usulan yang disampaikan bisa direalisasikan sesuai prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *