google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tak Ada Ampun! Disdik Kota Batu Ancam Tindak Tegas Sekolah yang Lalai Soal Narkoba

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu memperkuat berbagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Selain menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), Disdik juga mengintensifkan pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pengawasan terhadap peserta didik sebagai upaya menciptakan sekolah yang bersih dari narkoba.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan pendekatan preventif menjadi strategi utama dalam melindungi pelajar dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dilakukan melalui pembinaan karakter, peningkatan aktivitas positif siswa, serta pengawasan yang melibatkan pihak sekolah dan orang tua.

“Apabila diperlukan, kami juga dapat melakukan tes narkoba secara sampling sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari langkah pengawasan,” kata Alfi.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada laporan dari guru maupun orang tua terkait keterlibatan peserta didik dalam penyalahgunaan narkoba, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Disdik Kota Batu telah menjalin kerja sama dengan BNN untuk membangun lingkungan pendidikan yang bebas narkoba. Sejumlah sekolah bahkan telah mendeklarasikan diri sebagai kawasan bebas narkoba melalui pemasangan papan deklarasi dan komitmen bersama,” ucap dia.

Alfi menegaskan, apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di satuan pendidikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BNN untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine apabila diperlukan.

“Kami tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba. Jika terbukti ada pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Bahkan evaluasi terhadap pihak sekolah juga akan dilakukan apabila ditemukan adanya unsur kelalaian,” tekan dia.

Meski demikian, menurut Alfi, langkah represif bukan menjadi fokus utama. Disdik lebih mengedepankan upaya pencegahan melalui berbagai kegiatan positif yang dapat mengurangi potensi peserta didik terpapar pengaruh negatif. Untuk itu, sekolah didorong memperbanyak kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler agar siswa memiliki ruang untuk mengembangkan minat, bakat, prestasi akademik, maupun nonakademik.

“Pendidikan harus mampu menjadi ruang yang sehat bagi anak-anak untuk berkembang. Semakin banyak aktivitas positif yang mereka ikuti, semakin kecil peluang mereka terpengaruh penyalahgunaan narkoba,” tutur dia.

Selain itu, Disdik juga terus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di seluruh jenjang pendidikan, baik SD maupun SMP, negeri maupun swasta.

“Program tersebut diwujudkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan sebelum proses belajar dimulai, seperti salat Duha, zikir, membaca Al-Qur’an, hingga pelaksanaan salat berjamaah pada waktu Zuhur maupun Asar bagi sekolah yang menerapkan kegiatan belajar hingga sore hari,” ungkap mantan kepala DPUPR Kota Batu itu.

Menurut Alfi, pembentukan karakter menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari pengaruh narkoba.

“Kami akan terus menyosialisasikan program ini di seluruh satuan pendidikan. Harapannya, sekolah di Kota Batu tidak hanya mencetak siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sehingga mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *