google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

RPJMD Kota Batu Prioritaskan UMKM, SDM, dan Lingkungan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu resmi menyampaikan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dalam rapat paripurna bersama DPRD Kota Batu pada Senin, (19/5/2025). Agenda ini menjadi titik awal penentuan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan. Di hadapan para wakil rakyat, Wali Kota Batu, Nurochman, memaparkan strategi pembangunan yang berpijak pada realita sosial dan tantangan daerah, dengan menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif.

Membangun Bersama: Sinergi Pemerintah dan DPRD

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman menggarisbawahi pembangunan tidak bisa dilakukan sepihak. Peran DPRD sebagai perwakilan rakyat dianggap vital untuk memastikan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau Bapak-Ibu anggota dewan ingin mempromosikan produk UMKM dari dapil masing-masing, monggo, silakan dikerjasamakan dengan pemerintah. Tidak ada masalah, asal direncanakan dengan baik,” kata Nurochman.

Pernyataan ini mencerminkan keterbukaan Pemerintah Kota Batu dalam mendorong kerja sama yang konkret dan terencana. Promosi UMKM lokal, menurut Nurochman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah eksekutif, tapi juga bisa menjadi ruang kontribusi legislatif.

Program 1000 Sarjana: Dari Janji Menjadi Strategi

Salah satu sorotan dalam RPJMD 2025–2029 adalah Program 1000 Sarjana. Nurochman menegaskan bahwa program ini bukan sekadar janji kampanye, melainkan langkah strategis untuk membangun masa depan Kota Batu.

“Program ini kami susun sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengangkat strata sosial keluarga prasejahtera,” ujarnya.

Melalui beasiswa pendidikan tinggi, pelatihan, dan pendampingan karier, Nurochman berharap mencetak generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan industri dan membuka lapangan kerja baru.

“Pendidikan, dalam konteks ini, menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan yang konkret,” sebut Cak Nur sapaan akrabnya.

Empat Isu Strategis Pembangunan

Cak Nur juga mengidentifikasi empat isu strategis yang menjadi fokus pembangunan lima tahun ke depan:

1. Stunting – Pemerintah berkomitmen menurunkan angka stunting melalui program gizi terpadu, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta penyuluhan gizi di seluruh kecamatan.

2. Angka Putus Sekolah – Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan dan komunitas masyarakat, Pemkot akan membangun sistem deteksi dini dan intervensi cepat terhadap siswa yang rentan putus sekolah.

3. Ketidaksesuaian Lulusan Pendidikan dan Dunia Kerja – Pemkot Batu berencana membangun pusat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.

4. Pengangguran – Dengan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan UMKM, diharapkan angka pengangguran bisa ditekan secara signifikan, terutama di kalangan usia produktif.

“Isu-isu ini menjadi dasar dari keseluruhan strategi pembangunan, dan setiap perangkat daerah akan diminta menyusun program yang terintegrasi serta berorientasi pada hasil,” tekan Cak Nur.

Menjaga Lingkungan di Tengah Gelombang Investasi

Meski mendorong pertumbuhan ekonomi, Cak Nur menegaskan investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

“Apa arti investasi jika dalam jangka panjang merusak lingkungan? Investor harus mengikuti prosedur pemerintah, bukan sebaliknya,” serunya.

Kota Batu yang dikenal dengan kekayaan alam dan udara sejuknya memang menjadi magnet bagi para investor. Namun, Cak Nur menegaskan tidak akan berkompromi terhadap pembangunan yang melanggar kaidah lingkungan. Setiap proyek investasi akan dipantau ketat, dan harus melalui analisis dampak lingkungan (AMDAL) serta izin tata ruang yang sesuai.

Ruas Jalan Baru: Solusi Kemacetan Menuju Kota Batu

Mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan, terutama saat musim liburan, Pemkot Batu juga mengusulkan perumusan ruas jalan baru yang akan dibangun bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Jalan alternatif ini diharapkan menjadi solusi dari kemacetan parah yang selama ini menjadi momok bagi wisatawan maupun warga lokal. Usulan ini disambut positif oleh DPRD yang sepakat bahwa aksesibilitas adalah kunci dari pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” lugasnya.

Pariwisata, Budaya, dan Pertanian: Pilar Identitas Daerah

Selain pembangunan fisik dan pendidikan, sektor budaya, pariwisata, dan pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian dan identitas Kota Batu. Cak Nur mengungkapkan Pemkot Batu merencanakan revitalisasi kawasan wisata berbasis kearifan lokal serta pelatihan untuk pelaku budaya dan petani muda agar tetap eksis di tengah disrupsi global.

“Festival budaya, promosi produk pertanian organik, serta integrasi agrowisata menjadi bagian dari paket kebijakan yang akan tertuang dalam RPJMD,” lugas Cak Nur.

Rapat Paripurna: Awal dari Komitmen Kolektif

Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang DPRD ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa dokumen RPJMD adalah kesepakatan kolektif, bukan sekadar tugas birokrasi. Para anggota dewan menyampaikan apresiasi atas pendekatan partisipatif dan terarah yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Batu. Cak Nur berharap seluruh elemen pemerintahan, termasuk masyarakat, bisa terlibat aktif dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.

“RPJMD bukan hanya milik pemerintah, tapi milik semua warga Batu. Dengan semangat gotong royong, saya yakin Kota Batu lima tahun ke depan akan jauh lebih maju dan sejahtera,” seru Cak Nur.

Menatap Lima Tahun dengan Harapan Baru

Penyampaian RPJMD Kota Batu 2025–2029 menandai langkah awal pembangunan daerah yang inklusif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

“Dengan tekad memperkuat kualitas SDM, memperluas ruang UMKM, menjaga lingkungan, dan memperbaiki infrastruktur, Pemerintah Kota Batu memberi sinyal kuat bahwa pembangunan tak lagi bersifat top-down, tetapi menjadi hasil kolaborasi yang menyejahterakan,” tutup Cak Nur. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *