google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saifudin Zuhri Tegaskan Pentingnya Toleransi Jelang Natal–Tahun Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifuddin Zuhri, menjadi narasumber dalam podcast bersama Malang Posco Media yang digelar pada Selasa (9/12/2025). Podcast tersebut mengangkat tema “Menjaga Kerukunan Bersama: Toleransi Antar Umat di Momentum Natal dan Tahun Baru.” Diskusi ini menyoroti pentingnya peran semua elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Dalam perbincangan tersebut, Saifuddin memaparkan capaian indeks kerukunan beragama di Jawa Timur yang dinilainya cukup membanggakan. Berdasarkan data Kementerian Agama, indeks kerukunan beragama di Jawa Timur mencapai 77,55 persen. Angka ini disebut Saifuddin berada di atas rata-rata indeks nasional.

“Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki tingkat toleransi yang baik. Namun capaian ini tetap harus dijaga dan diperkuat, terutama menjelang momen Natal dan Tahun Baru yang rawan gesekan jika tidak disikapi dengan bijak,” kata Saifuddin dalam podcast tersebut.

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru menuntut peran aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, hingga masyarakat akar rumput. Ia menekankan bahwa toleransi tidak hanya sebatas slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati antarumat beragama.

Saifuddin juga menyoroti pentingnya ruang-ruang dialog di tengah masyarakat sebagai upaya memperkuat harmoni sosial. Ia menilai media, termasuk platform digital seperti podcast, memiliki peran strategis dalam menyebarkan pesan-pesan damai dan memperkuat pemahaman lintas agama.

“Kerukunan itu harus terus dirawat. Jangan menunggu konflik baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting dengan memperbanyak komunikasi, dialog, dan edukasi publik,” ujarnya.

Dalam konteks Jawa Timur, Saifuddin menilai keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan yang harus dikelola dengan baik. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mencurigai, apalagi memicu konflik horizontal.

Podcast bersama Malang Posco Media ini juga membahas tantangan toleransi di era digital, di mana informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan cepat menyebar dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Saifuddin mengajak publik untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Saifuddin berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga kondusivitas wilayah. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan kerukunan sosial merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah.

“Perayaan keagamaan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya. Toleransi adalah kunci agar Jawa Timur tetap aman, damai, dan rukun,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *