google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Satlantas Mojokerto Gelar Edukasi Etika Berkendara untuk Santri

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman etika berkendara sejak usia dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto Kota menggelar kegiatan edukasi bertajuk Coaching Clinic Safety Riding pada Jumat (2/5/2025). Kegiatan yang diadakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azhar, Kota Mojokerto, ini mengajak para santri dan santriwati kelas 9 SMP untuk memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Kasatlantas AKP Mulyani, S.E., M.Si. Kegiatan diawali dengan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai etika berkendara dan peraturan lalu lintas. Kanit Kamsel Polres Mojokerto Kota, AIPTU Khoirul Sahudi menjadi narasumber dalam sesi pertama ini, menjelaskan berbagai hal terkait aturan lalu lintas dan pentingnya kesadaran berkendara bagi setiap pengguna jalan.

Membangun Kesadaran Sejak Dini

Dalam sambutannya, Mulyani menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya etika berkendara pada generasi muda, khususnya santri yang kelak akan menjadi pengendara di jalan raya.

“Kami lakukan coaching clinic ini agar adik-adik memahami etika berkendara sejak dini, sebelum mereka dewasa dan secara legal diperbolehkan berkendara di jalan raya,” ujar Mulyani.

Antusiasme para santri terlihat jelas selama sesi tersebut. Mereka aktif bertanya dan menjawab berbagai pertanyaan seputar aturan berlalu lintas. Keaktifan ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari pentingnya keselamatan dalam berkendara. Para santri tampak semakin bersemangat setelah mendapatkan pemahaman dasar mengenai aturan jalan raya yang harus diikuti.

Praktik Langsung Berkendara dengan Pengawasan

Setelah sesi teori, diungkapkan Mulyani kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik di halaman Ponpes. Di bawah pengawasan langsung instruktur dari Satlantas Polres Mojokerto Kota, BRIPKA Aang, Bintara Penguji SIM Satpas, para santri diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknik berkendara yang benar. Sesi latihan terbagi dalam dua teknik, yaitu pengereman dan U-turn atau berbalik arah dengan benar.

“Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar langsung bagaimana cara berkendara yang aman dan sesuai prosedur,” jelas AKP Mulyani.

“Para santri bergiliran mencoba mengendarai sepeda motor dengan pengawasan ketat dari anggota Satlantas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teori tetapi juga pengalaman langsung yang sangat bermanfaat bagi mereka,” lanjut Mulyani.

Apresiasi dari Pihak Pondok Pesantren

Kegiatan edukatif ini mendapat apresiasi dari pihak Pondok Pesantren Al-Azhar. Kepala Sekolah SMP Islam Plus Al-Azhar, Khabibah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Mojokerto Kota yang telah memberikan pembelajaran penting mengenai kesadaran berlalu lintas. Semoga anak-anak dapat mengambil manfaat dan menjadi generasi yang cerdas serta bijak dalam berkendara,” ujar Khabibah.

Khabibah juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada generasi muda tentang keselamatan berlalu lintas.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para santri dalam membentuk kebiasaan berkendara yang aman dan etis sejak dini,” ungkap Khabibah.

Upaya Preemtif Satlantas Polres Mojokerto Kota

Mulyani menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif Satlantas Polres Mojokerto Kota untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dan etika berlalu lintas kepada generasi muda.

“Kami ingin membentuk kesadaran sejak dini agar kelak saat mereka menjadi pengguna jalan, mereka sudah memiliki pemahaman dan sikap yang bertanggung jawab,” terangnya.

Kegiatan ini ditegaskan Mulyani merupakan bentuk kolaborasi antara Satlantas Polres Mojokerto Kota dan Pondok Pesantren Al-Azhar untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam hal akademis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam hal keselamatan berlalu lintas. Di masa depan, diharapkan para santri dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal etika berkendara yang aman dan sesuai aturan.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda, khususnya para santri, dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam berkendara dan mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalan raya,” tukas Mulyani. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *