google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Serahkan Penghargaan ProKlim Untuk 5 RW, Wahyu Hidayat Tekankan ProKlim Lahir dari Kesadaran Warga

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) kepada lima rukun warga (RW) yang dinilai berprestasi dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan iklim berbasis masyarakat. Penyerahan penghargaan digelar di Halaman Balai Kota Malang, Senin (19/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Dalam ajang tersebut, RW 02 Kelurahan Arjosari berhasil meraih Trofi ProKlim Utama, sementara empat RW lainnya menerima Sertifikat ProKlim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang dinilai konsisten, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif warga.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan ProKlim merupakan program lingkungan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena instruksi pemerintah. Menurutnya, keberhasilan ProKlim justru terletak pada inisiatif dan komitmen warga dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayahnya masing-masing.

“ProKlim ini bagaimana kita menjaga iklim agar lebih baik. Langkah-langkah konkret sudah dilakukan oleh RW-RW, dan hari ini kita apresiasi, khususnya RW 02 Kelurahan Arjosari,” tutur Wahyu.

Ia menjelaskan, RW 02 Arjosari dinilai unggul karena mampu menerapkan berbagai langkah nyata dan berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi pembangunan sumur resapan dan sumur injeksi, pelestarian ruang terbuka hijau (RTH), serta kegiatan penghijauan di sepanjang bantaran sungai. Langkah-langkah ini dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan daya dukung lingkungan.

“Upaya ini penting untuk menjaga luasan RTH dan meningkatkan daya resap air. Dampaknya bukan hanya lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga menekan potensi banjir di kawasan permukiman,” ungkap Wahyu.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan utama ProKlim terletak pada partisipasi aktif warga. Gerakan lingkungan tersebut lahir dari kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, udara yang bersih, serta ruang hidup yang lebih layak bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Raymond Gamaliel Hatigorang, menjelaskan bahwa penghargaan ProKlim diberikan melalui proses penilaian yang ketat dan independen. Penilaian dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama DLH Provinsi Jawa Timur dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

“Hasil penilaian tersebut menetapkan Kota Malang meraih empat Sertifikat ProKlim Utama dan satu Trofi ProKlim Utama. Trofi Utama diraih RW 02 Kelurahan Arjosari, sementara sertifikat diberikan kepada dua RW di Kelurahan Arjowinangun, satu RW di Kelurahan Madyopuro, dan satu RW di Kelurahan Kota Lama,” jelas Raymond.

“Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan keberlanjutan program, Pemkot Malang memberikan dana pembinaan sebesar Rp 15 juta kepada masing-masing RW penerima penghargaan. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat program lingkungan yang telah berjalan,” imbuhnya.

“Selain itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa bantuan sarana pengelolaan sampah, antara lain tempat sampah terpilah dan sepeda roda tiga untuk menunjang aktivitas pengangkutan sampah di tingkat RW,” lanjut Raymond.

Raymond berharap capaian tersebut mampu menjadi pemicu semangat bagi RW lain di seluruh kecamatan di Kota Malang untuk mengembangkan kampung ProKlim di wilayahnya masing-masing. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Wali Kota Malang, tanggung jawab menjaga kebersihan dan ketahanan iklim bukan hanya menjadi tugas pemerintah.

“Sesuai arahan Pak Wali, ke depan tanggung jawab menjaga kebersihan dan ketahanan iklim bukan hanya milik DLH atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, indikator penilaian ProKlim tidak hanya menitikberatkan pada aspek kebersihan, tetapi juga mencakup keterlibatan warga dalam penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi air, hingga kegiatan lingkungan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dengan capaian ini, kami berharap praktik-praktik baik ProKlim dapat direplikasi di RW-RW lain sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan perubahan iklim,” pungkas Raymond.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *