google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SMAN 8 Malang Gelar Upacara Kemerdekaan di Jalan Raya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Ada pemandangan tak biasa di Kota Malang pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Ratusan siswa SMAN 8 Kota Malang harus melaksanakan upacara bendera di ruas Jalan Veteran, tepat di depan sekolah mereka. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan: sekolah tersebut tak lagi memiliki lapangan memadai untuk menggelar kegiatan.

Lapangan Sekolah Hilang, Upacara Pindah ke Jalan

Kepala SMAN 8 Kota Malang, Nuraeni, menjelaskan lapangan yang selama ini digunakan oleh sekolah telah diambil alih kembali oleh Universitas Negeri Malang (UM) sejak akhir Mei 2025. Sejak saat itu, sekolah kehilangan ruang terbuka yang cukup untuk kegiatan besar seperti upacara.

“Dulu kami memiliki lapangan di samping sekolah, namun kini area tersebut sudah dipagar dan dikelola kembali oleh UM. Karena itu, kami harus mencari alternatif lain agar upacara tetap bisa berjalan,” kata Nuraeni kepada iKoneksi.com saat ditemui seusai upacara, Ahad (17/8/2025).

Bagi Nuraeni, keputusan menggelar upacara di jalan raya merupakan langkah terbaik yang bisa ditempuh.

“Ini adalah momen bersejarah bagi bangsa. Kami ingin memastikan semua siswa tetap bisa merayakannya dengan layak,” sebutnya.

Rekayasa Lalu Lintas Demi Upacara

Sekitar 950 siswa dan 100 guru serta tenaga kependidikan terlibat dalam upacara tersebut. Agar kegiatan dapat berjalan lancar, pihak sekolah bekerja sama dengan aparat untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Satu lajur jalan dari arah timur ke barat ditutup sementara dan diberlakukan sistem kontra flow.

“Bagaimana paskibraka kami bisa bergerak dengan leluasa jika upacara dipaksakan di halaman sekolah yang sempit? Menggunakan jalan raya adalah satu-satunya pilihan logis,” jelas Nuraeni.

Upacara tetap berlangsung khidmat. Meski dilakukan di ruang terbatas, semangat siswa-siswi tetap berkobar. Suasana kian mengharukan ketika bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dengan lantang di bawah terik matahari.

Menghormati Kebijakan UM

Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai hubungan antara sekolah dan Universitas Negeri Malang. Namun Nuraeni menegaskan, pihaknya tidak bermaksud memperuncing persoalan. Menurutnya, UM adalah Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang memang memiliki otonomi penuh dalam mengelola asetnya.

“Kami menghormati keputusan UM. Fokus utama kami adalah bagaimana para siswa bisa tetap merasakan makna kemerdekaan. Jangan sampai isu ini berkembang menjadi konfrontasi,” tegasnya.

Harapan Ada Solusi Permanen

Meski acara berlangsung lancar, masalah ketiadaan lahan bagi SMAN 8 Malang tentu tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Nuraeni menyebut, pihak sekolah telah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan juga kementerian terkait.

“Keputusan akhir mengenai solusi permanen masih dalam kajian pemerintah pusat. Salah satu opsi yang pernah dibicarakan adalah tukar guling aset. Namun, semua masih menunggu arahan lebih lanjut,” ungkapnya dengan nada sedih.

Nuraeni berharap momentum upacara di jalan raya ini menjadi perhatian serius pemangku kebijakan. Bagi dirinya, keberadaan lapangan bukan sekadar soal ruang fisik, tetapi menyangkut pembentukan karakter siswa dan kelancaran kegiatan sekolah.

“Harapan kami sederhana: agar ada solusi permanen. Karena siswa membutuhkan ruang yang layak, tidak hanya untuk belajar di kelas, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme,” lugasnya.

Simbol Semangat Kemerdekaan

Peristiwa ini sekaligus menjadi simbol kuat tentang arti kemerdekaan. Meskipun tanpa lapangan, siswa dan guru SMAN 8 Malang menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk merayakan hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Dengan langkah sederhana namun penuh makna, mereka membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bisa tumbuh di mana saja bahkan di ruas jalan raya yang biasanya dipadati kendaraan,” tukas Nuraeni.  (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *