google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Smart Gate UM, Terobosan Digital yang Ubah Akses Kampus

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan smart campus berbasis teknologi digital. Sejak Kamis, (24/7/2025), UM resmi mengimplementasikan sistem Smart Gate di lingkungan kampus. Sistem ini tidak hanya dirancang untuk efisiensi mobilitas sivitas akademika, tetapi juga sebagai bentuk modernisasi infrastruktur dan penguatan keamanan.

Transformasi Akses Masuk: Lebih Cepat, Lebih Tertib

Pintu gerbang kampus yang selama ini hanya dijaga manual, kini telah dipasangi portal digital dengan sistem terintegrasi. Teknologi ini menggabungkan pendataan plat nomor kendaraan, kartu identitas berteknologi Radio Frequency Identification (RFID), dan sistem pembayaran parkir cashless berbasis QRIS.

Wakil Rektor II UM, Puji Handayati, menjelaskan setiap pengguna wajib mendaftarkan maksimal dua plat nomor kendaraan ke dalam sistem, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan dapat memasukkan maksimal dua kendaraan. Tapi tetap hanya satu kendaraan yang didaftarkan aktif untuk akses. Ini bertujuan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah penyalahgunaan akses,” katanya.

Mahasiswa Gunakan KTM, Tamu Bayar Cashless

Sebagai langkah awal, UM mencetak 45.000 kartu identitas baru baik KTM untuk mahasiswa maupun kartu pegawai dengan fitur RFID. Kartu ini memungkinkan akses cepat hanya dengan menempelkan ke mesin pemindai di portal.

Sistem ini membedakan antara warga kampus dan tamu. Sivitas akademika yang sudah teregistrasi akan mendapat akses otomatis dan bebas biaya parkir. Sementara itu, tamu yang masuk dikenakan tarif: Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, dan Rp20.000 untuk bus. Pembayaran dilakukan sepenuhnya tanpa uang tunai, cukup dengan memindai barcode QRIS, sama seperti di pusat perbelanjaan.

“Mahasiswa hanya perlu menempelkan KTM mereka untuk membuka portal. Untuk masyarakat umum, hanya diberi waktu masuk sekitar 10 hingga 15 menit. Di luar itu akan dihitung sebagai parkir dan dikenakan biaya,” jelas Puji.

Uji Coba Satu Bulan, Sosialisasi Lewat YouTube

UM memberi masa transisi selama satu bulan sebagai uji coba sistem manual. Dalam masa ini, pengguna masih bisa menyesuaikan diri sebelum sistem berjalan otomatis penuh. Untuk membantu pemahaman publik, UM membuat video tutorial dan panduan penggunaan yang disebarluaskan melalui kanal YouTube resmi kampus.

“Secara bertahap, sistem ini diterapkan di seluruh fakultas, kecuali Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang masih menggunakan mesin ATM sekaligus KTM sebagai pengelolaannya,” ungkap Puji.

Keamanan Ditingkatkan, Kriminalitas Terpantau

Menurut Puji, lebih dari sekadar alat parkir, Smart Gate terbukti efektif mendukung aspek keamanan kampus. Dalam beberapa pekan awal implementasi, tiga kasus kriminalitas bermotor berhasil dicegah berkat sistem kamera pengawas di gerbang masuk.

Data ini menunjukkan peran vital teknologi dalam mendeteksi potensi kejahatan serta memperkuat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) poin ke-16, yaitu Peace, Justice, and Strong Institutions.

“Semua kendaraan yang masuk dan keluar terpantau jelas. Tidak hanya efisiensi yang kami kejar, tetapi juga keamanan. Ini bentuk nyata komitmen kami terhadap kenyamanan lingkungan kampus,” tegas Puji.

Menuju Kampus Digital, Jadi Percontohan Nasional

UM optimistis Smart Gate akan menjadi model percontohan bagi kampus lain dalam menerapkan sistem berbasis teknologi. Terobosan ini sejalan dengan visi UM sebagai kampus unggul berbasis digital yang ramah lingkungan dan efisien.

Peluncuran resmi sistem ini untuk mahasiswa baru direncanakan pada 15 Agustus 2025, sebagai bagian dari rangkaian orientasi. Nantinya, para petugas parkir fakultas juga dilatih untuk memastikan implementasi berjalan optimal tanpa mengganggu mobilitas akademik.

“Dengan hadirnya Smart Gate, UM membuktikan bahwa modernisasi tidak harus kompleks. Justru, dengan sistem yang terintegrasi, pelayanan publik bisa lebih efektif, aman, dan transparan. Era baru kampus berbasis teknologi telah dimulai dari Malang. Kini, tinggal menunggu siapa yang akan mengikuti jejaknya,” pungkas Puji. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *