google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sopir Truk Protes SKB Larangan Operasi Gelar Demonstrasi Depan Gedung DPRD Jatim

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com – Puluhan sopir truk di Jawa Timur menggelar aksi protes di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (20/3/2025). Mereka menolak Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melarang truk sumbu tiga beroperasi selama periode Lebaran 2025.

Aksi ini dilakukan dengan memarkir 11 truk besar di depan kantor dewan, menutup sebagian ruas jalan. Meski begitu, lalu lintas di kawasan tersebut masih terpantau lancar. Para sopir juga membentangkan spanduk bernada protes, menuntut kebijakan tersebut segera ditinjau ulang.

Sopir Truk Merasa Tercekik, Ribuan Pekerja Terancam

Beberapa spanduk dan poster yang dibawa peserta aksi mencerminkan keresahan mereka. Di antaranya bertuliskan:

“Menolak SKB Pelarangan Truk Beroperasi Selama 16 Hari!”

“Pembatasan Ini Menyengsarakan Sopir, Buruh Bongkar Muat, dan Pekerja Harian!”

“Hilal Semakin Jauh Saat Operasional Kami Terhambat SKB!”

Menurut para sopir, kebijakan pembatasan operasional truk selama 16 hari menjelang dan setelah Lebaran sangat merugikan, bukan hanya bagi mereka tetapi juga bagi ribuan pekerja di sektor logistik. Buruh bongkar muat, pemilik usaha kecil, serta tenaga kerja harian juga ikut terdampak karena rantai distribusi barang terganggu.

“Sopir truk ini hidupnya dari jalan. Kalau dilarang beroperasi dua minggu, kami mau makan apa?” ujar salah satu sopir yang ikut dalam aksi.

DPRD Jatim Janji Sampaikan Aspirasi ke Pusat

Merespons aksi ini, Sekretaris DPRD Jatim, Muh Ali Kuncoro, menyatakan pihaknya akan menemui perwakilan sopir truk dan menyalurkan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.

“Kami akan duduk bersama dengan Komisi D DPRD Jatim dan menerima masukan dari para sopir truk. Selanjutnya, aspirasi ini akan kami teruskan ke pemerintah pusat,” kata Ali saat dikonfirmasi, Kamis (20/3/2025).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian apakah SKB tersebut akan direvisi atau tetap diberlakukan. Para sopir berharap ada solusi yang adil, seperti pengurangan waktu pelarangan atau pemberian dispensasi bagi truk yang membawa bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya.

Ancaman Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Tak Didengar

Sejumlah sopir mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika kebijakan ini tetap dipaksakan. Mereka berencana melakukan aksi mogok massal, yang berpotensi menghambat distribusi barang di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Kami tidak ingin merugikan masyarakat, tapi kalau pemerintah tidak peduli dengan nasib kami, kami siap turun lagi dengan jumlah lebih besar!” tegas seorang sopir. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *