google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sungai Penuh Targetkan Adipura 2028, Perang Sampah Dimulai

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Sungai Penuh, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh resmi mengumandangkan “perang” terhadap sampah plastik. Langkah ambisius ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Persampahan Tingkat Kota di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Selasa (12/8/2025).

Dengan mengusung tema “Menuju Sungai Penuh Juara, Bebas Sampah Plastik, Meraih Adipura Tahun 2028”, acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Target yang diusung bukan main-main: bebas sampah plastik dan menyabet penghargaan bergengsi Adipura dalam tiga tahun ke depan.

Rakor dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Wahyu Dedy Rahman, serta dihadiri jajaran pejabat kunci daerah, mulai dari Wakil Walikota Azhar Hamzah, Ketua DPRD Hutri Randa, Sekretaris Daerah Alpian, para kepala SKPD, camat, hingga kepala desa se-Kota Sungai Penuh. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi sinyal bahwa isu sampah kini masuk dalam prioritas utama pembangunan kota.

Sampah, Tanggung Jawab Bersama

Dalam sambutannya, Wahyu Dedy Rahman menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh DLH.

“Tidak cukup hanya tangan DLH untuk menangani ini. Kita butuh kesadaran dan keterlibatan semua pihak. Kota yang bersih dan sehat akan menjadi kebanggaan bersama sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” katanya dengan tegas.

Ia menyebut, upaya pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah. Salah satu fokus adalah memperkuat TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di berbagai titik strategis kota.

“Jika tata kelola berjalan baik, target bebas sampah plastik bukan hal mustahil,” ucapnya.

Membangun Kota Sehat dan Berdaya Saing

Rakor ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah untuk menyusun strategi konkret. Mulai dari perbaikan manajemen persampahan, penegakan aturan lingkungan, hingga edukasi publik akan digarap secara simultan.

Wakil Walikota Sungai Penih, Azhar Hamzah yang hadir dalam pertemuan itu mendukung penuh langkah DLH. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik bukan hanya persoalan estetika kota, tapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan daya saing daerah di sektor pariwisata.

“Wisatawan tidak akan betah di kota yang kumuh. Sebaliknya, kota yang bersih akan menjadi magnet bagi investor dan pelancong,” ujarnya.

Target Adipura, Tantangan Nyata

Penghargaan Adipura dikenal sebagai tolok ukur keberhasilan daerah dalam menjaga kebersihan dan lingkungan. Kota Sungai Penuh pernah masuk nominasi, namun untuk meraih predikat tertinggi, diperlukan kerja keras dan konsistensi semua pihak.

Wahyu menilai, tantangan terbesar ada pada perilaku masyarakat yang masih terbiasa membuang sampah sembarangan serta rendahnya kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Oleh karena itu, Rakor ini juga membahas rencana penerapan sanksi tegas bagi pelanggar aturan kebersihan, serta insentif bagi warga dan pelaku usaha yang aktif menjaga lingkungan,” beber Wahyu.

Sinergi untuk Sungai Penuh Juara

Penutupan Rakor diwarnai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung gerakan bebas sampah plastik. Kesepakatan ini akan dituangkan dalam program lintas OPD, mulai dari sektor pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata.

“Visi Sungai Penuh Juara hanya bisa tercapai kalau kita punya kota yang bersih, sehat, dan lestari. 2028 bukan sekadar angka, tapi tujuan yang harus kita perjuangkan mulai hari ini,” ungkap Wahyu.

“Dengan semangat ini, perang melawan sampah di Kota Sungai Penuh resmi dimulai. Waktu tiga tahun ke depan akan menjadi ujian: apakah kota ini bisa benar-benar bebas dari sampah plastik dan berdiri gagah dengan trofi Adipura di tangan,” tukasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *